Breaking News:

Tribun Tulangbawang Barat

Jamaah di Tulangbawang Barat Diajak Kumpulkan Sampah Plastik

Yayasan akan menjual sampah plastik hasil daur ulang ke perusahaan yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Dok DPRD Tulangbawang Barat
Anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat Nadirsyah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat Nadirsyah mendukung program Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah berbahan plastik.

Dukungan tersebut disampaikan politisi PDI Perjuangan ini dengan cara menggandeng Yayasan Nenemo Peduli untuk menggerakkan para jamaah seluruh masjid di Tubaba.

"Kita gerakkan melalui Yayasan Nenemo Peduli untuk menyosialisasikan kepada seluruh jamaah masjid yang ada di Tubaba. Kemudian sampah berbahan plastik ini akan dikumpulkan para jamaah," kata Nadir, Rabu (30/10/2019).

Plastik bekas tersebut akan dibeli yayasan sepekan sekali untuk selanjutnya didaur ulang menjadi butiran plastik. 

Yayasan akan menjual sampah plastik hasil daur ulang ke perusahaan yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Namun, sebut dia, sampah plastik yang dikumpulkan jamaah setiap salat lima waktu itu tidak langsung dibayar tunai. 

Uang pembayaran akan dikalkulasikan setahun sekali saat menjelang hari raya.

Kurangi Sampah Plastik, Bupati Pairin Imbau Warga Kurangi Penggunaan Kemasan Sekali Pakai

SMAN 5 Bandar Lampung Deklarasi Penggunaan Thumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

"Jumlah uang pembayaran kepada para jamaah ini tidak akan dibayar dalam bentuk uang cash. Namun kita punya gagasan sampah plastik ini akan dibayar dalam bentuk barang, seperti daging, gula, ayam, dan kebutuhan lainnya," ujar adik kandung Bupati Tubaba Umar Ahmad ini.

Tetapi, gagasan pembayaran dalam bentuk barang tersebut masih akan dirapatkan dengan para jamaah. 

Selain mengurangi sampah, program ini juga dianggap menguntungkan.

Jamaah bisa menabung dalam bentuk barang yang akan diambil menjelang hari raya.

"Semua kantong plastik, botol plastik, dan kemasan makanan yang menggunakan plastik kita ambil dan kita akan sosialisasi kepada mereka," ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat soal bahaya plastik.

Selain mendorong ASN untuk tidak lagi menggunakan plastik, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menggunakan gelas minum (tumbler) dan tempat makan.

"Dampak dari plastik sangat merusak lingkungan. Bayangkan, ratusan tahun plastik belum bisa terurai. Kami sarankan bawa wadah dari rumah berupa tumbler dan menggunakan tas atau wadah bukan berbahan plastik," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved