Tribun Bandar Lampung

Miliki Sabu Seberat 8 Gram, Pria Paruh Baya Terancam Menikmati Masa Tua Dibalik Jeruji Besi

Miliki sabu seberat 8 gram, seorang pria paruh baya terancam menikmati masa tuanya di balik jeruji besi.

Miliki Sabu Seberat 8 Gram, Pria Paruh Baya Terancam Menikmati Masa Tua Dibalik Jeruji Besi
Tribunlampung.co.id/Hanif
Miliki Sabu Seberat 8 Gram, Pria Paruh Baya Terancam Menikmati Masa Tua Dibalik Jeruji Besi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Miliki sabu seberat 8 gram, seorang pria paruh baya terancam menikmati masa tuanya di balik jeruji besi.

Pasalnya pria ini diancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun.

Pria ini adalah Yanto (42) warga Jalan Margomulyo,Tegar Rejo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Yanto dianggap terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan I Bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Maulana, Yanto dituntut hukuman pidana selama 15 tahun penjara.

JPU pun menyebutkan Yanto terbukti bersalah sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terapkan Edaran Gubernur, Sejumlah Pejabat Pesawaran Minum Kopi Bersama di Ruang Asisten

"Sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Kedua, maka supaya Majelis Hakim berkenan memutuskan untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Yanto bin Suroso berupa pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," ungkapnya, Jumat 1 November 2019.

"Dan pidana denda sebesar Rp 800 juta subsidair selama 3 bulan penjara," imbuhnya.

Adapun hal yang memberatkan, kata Maulana, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

Artis Cantik Tak Malu Banting Setir Jadi SPG saat Sepi Job demi Menyambung Hidup

"Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatanya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Maulana mengatakan, perbuatan terdakwa diketahui setelah anggota Ditreserse Narkoba Polda Lampung menangkapnya di di jalan Margomulyo, Tegar Rejo, kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Minggu 21 Juli 2019.

Dalam penangkapan tersebut, dari tangan Yanto ditemukan satu paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,00 gram di bawah lemari TV dan 1 buah timbangan digital di atas meja di ruang tamu dalam rumah.

Atas pengakuannya, barang haram tersebut didapatnya dari Sahroyo yang saat ini masih DPO.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved