Tribun Bandar Lampung

Debit Air PDAM Terus Menurun, Way Halim dan Kedaton Paling Terdampak

Debit air PDAM Way Rilau, Bandar Lampung terus mengalami penurunan signifikan karena dampak musim kemarau berkepanjangan.

Debit Air PDAM Terus Menurun, Way Halim dan Kedaton Paling Terdampak
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Instalasi Pengolahan Air (IPA) II di PDAM Way Rilau, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Debit air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau, Bandar Lampung terus mengalami penurunan signifikan karena dampak musim kemarau berkepanjangan.

Kabag Produksi PDAM Way Rilau Munawir membeberkan, dalam dua bulan terjadi penurunan debit air.

Jika sebelumnya menggunakan tiga pompa, kini tinggal dua pompa.

"Dalam satu dua bulan, debit air yang di pengolahan mengalami penurunan 20 persen dari 450 liter per detik menjadi 360 liter per detik. Berdampak pada proses pendistribusian air ke pelanggan," kata Munawir, Sabtu (2/11/2019) sore.

Wilayah yang paling terdampak akibat pengurangan debit air yakni Way Halim dan Kedaton.

Biasanya pakai pompa kapasitas 90 liter per detik, kini turun menjadi kapasitas 60 liter per detik.

"Karena jika dipaksakan dengan 90 liter per detik, suplai airnya juga tidak memungkinkan," ungkapnya.

Namun, saat suplai air melimpah, tentu pompa yang 90 liter per detik yang digunakan.

Warga Kelurahan Sukamenanti Dapat Bantuan Air Bersih dari BPBD dan PDAM Way Rilau

2 Bulan Krisis Air Bersih, Warga Desa di Bakauheni Dapat Bantuan dari Relawan Literasi

"Daerah yang Way Halim dan Kedaton ini diatur alirannya berdasarkan pengaturan valve (katup buka tutup yang mengontrol aliran air) yang dilakukan oleh bagian distribusi air PDAM agar airnya bisa terbagi," tambah Munawir.

Namun secara pasti mengenai jam alir, sambung dia, ada pada bagian distribusi.

Halaman
123
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved