UM Metro

Mahasiswa PBI UM Metro Juara I English Creatif Writing di UNISKA

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro berhasil menjadi Juara I dalam English Festival Universitas Islam Kalimantan.

Mahasiswa PBI UM Metro Juara I English Creatif Writing di UNISKA
Ist
Mahasiswa PBI UM Metro Juara I English Creatif Writing di UNISKA 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sebuah capaian prestasi kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro. Ia adalah Gesia Afifah Ayu Wulandari (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) yang berhasil menjadi Juara I dalam English Festival Universitas Islam Kalimantan. Rabu (30/10/2019), kemarin.

Dari pengakuannya, lomba yang ia ikuti adalah lomba Creatif Writing atau lomba menulis kreatif menggunakan bahasa inggris. Tulisannya berjudul Jesslyn and Thomas.

Jesslyn dalam romannya digambarkan sebagai seorang gadis cantik yang hidup dipinggir Danau. Sementara Thomas adalah sosok lelaki yang kerap masuk dalam mimpinya Jesslyn.

“Jenis tulisan saya adalah tulisan fiksi horor, Jesslyn adalah seorang gadis yang jatuh cinta kepada Thomas. Suatu ketika, mimpi Jesslyn yang sering bertemu dengan Thomas jadi kenyataan. Namun, dalam dunia nyata Jesslyn, Thomas sangat menakutkan karena setiap bertemu wanita cantik seperti Jesslyn, Thomas akan membunuhnya,” ungkap Gesia, siang tadi kepada Humas UM Metro.

Ketika ditanya soal rahasia sukses menjadi juara I Creatif Writing, gadis yang kini duduk di semester 3 PBI UM Metro itu mengaku terinspirasi oleh film yang sempat ditontonnya. Kemudian ia tuangkan ke dalam tulisan cerita berbahasa Inggris.

“Saya sering menonton film, kemudian saya berfikir, kenapa saya tidak menulis sebuah cerita seperti halnya film,” ujarnya.

Meski tulisannya berhasil menjadi juara 1, Gesia nampak tidak jumawa dan berpuas diri. Bahkan dalam waktu dekat, tepatnya pada tanggal 12 hingga 16 November 2019, ia akan mengikuti event internasional di Bali.

“Sebentar lagi saya akan mengikuti Asia World Model United Nations, membahas dekolonisasi, politik dan isu tentang Hak Asasi Manusia pribumi Bangladesh,” terang Gesia.

Walaupun berasal dari Indonesia, dalam event itu dirinya mewakili negara Bangladesh. Sebab, menurutnya, setiap delegasi harus mempresentasikan negara lain selain asal negaranya sendiri.

“Sudah ketentuan panitia, misal saya dari Indonesia membahas isu tentang HAM pribumi Bangladesh. Begitu juga delegasi dari Malaysia misalnya, akan membahas isu diluar negaranya,” tutupnya.

Perlu juga diketahui bahwa Asia World Model United Nations, adalah pendidikan simulasi atau kegiatan akademik di mana setiap delegasi dapat belajar tentang diplomasi, Hubungan Internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Asia World Model United Nations melibatkan dan mengajarkan meneliti, public speaking, debat, dan keterampilan menulis, selain untuk berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved