Sebagian Wilayah di Lampung Sudah Diguyur Hujan, Begini Penjelasan BMKG

Hujan terjadi di bagian utara dan barat Lampung, seperti Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.

Sebagian Wilayah di Lampung Sudah Diguyur Hujan, Begini Penjelasan BMKG
imagui.eu
Ilustrasi Hujan - Sebagian Wilayah di Lampung Sudah Diguyur Hujan, Begini Penjelasan BMKG. 

Sebagian Wilayah di Lampung Sudah Diguyur Hujan, Begini Penjelasan BMKG

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Haryanto membeberkan, saat ini Lampung memasuki musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim penghujan hingga pertengahan November mendatang. 

Rudi juga membenarkan sudah ada beberapa daerah di Lampung yang diguyur hujan.

Pada awal November ini, hujan terjadi di bagian utara dan barat Lampung, seperti Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.

"Sebagian besar memang masih musim pancaroba, yakni peralihan dari kemarau ke penghujan. Jadi untuk bagian selatan seperti Bandar Lampung dan Lampung Selatan diprediksi akan hujan akhir November," papar Rudi kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (2/11/2019).

Menurut Rudi, fenomena angin kencang merupakan bagian dari karakteristik masa pancaroba.

Hujan terjadi di spot-spot tertentu atau lokal, hujan deras durasi pendek, dan disertai angin kencang.

Kisah Keluarga Tinggal di Gubuk Mirip Kandang Ayam, Saat Hujan Tidur dengan Posisi Duduk

Krisis Air Bersih, Warga Way Laga Terpaksa Beli Air Rp 50 Ribu per Tower

"Angin kencang ini terjadi karena perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara tekanan tinggi di sebelah barat Australia dan tekanan rendah di wilayah Thailand dan sekitarnya," ungkapnya.

Perbedaan inilah yang menimbulkan pergerakan angin cukup kencang yang melewati Provinsi Lampung.

Warga yang tinggal di dekat pesisir pantai memang terkena dampak angin kencang, meskipun diprediksi masih aman.

Mengenai peningkatan tinggi gelombang di Selat Sunda bagian selatan dan Samudera Hindia Barat Lampung, ketinggian gelombang antara 1,5 meter sampai 4 meter.

"Normalnya 0,5 meter sampai 1 meter namun kini mencapai 2 meter di Selat Sunda sehingga sempat gelombang tinggi ini mengakibatkan kapal menabrak dermaga," papar dia. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved