Modal Rp 30 Juta Buruh Bengkel Lulusan STM Rakit Helikopter Siap Terbang Awal 2020

Jujun Junaedi (42) seorang buruh bengkel di Sukabumi, Jawa Barat sudah satu tahun ini sibuk merakit helikopter di halaman rumahnya di Kampung Cibubuay

Modal Rp 30 Juta Buruh Bengkel Lulusan STM Rakit Helikopter Siap Terbang Awal 2020
KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Jujun Junaedi memasang baut di tiang untuk baling-baling utama pada helikopter buatannya di Kampung Cibubuay, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (3/11/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jujun Junaedi (42) seorang buruh bengkel di Sukabumi, Jawa Barat sudah satu tahun ini sibuk merakit helikopter di halaman rumahnya di Kampung Cibubuay, Desa Damareja, Kecamatan Nagrak.

Rencananya akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 ini helikopter yang diberinama Gardes JN 77 GM akan menjalani uji terbang.

Saat ini hanya tinggal penyelesaian baling-baling utama yang masih dalam proses pengerjaan.

VIDEO Viral Satpam Tabrak Gerobak Tukang Bakso hingga Terbalik

Viral Kisah Cinta Layangan Putus, Youtube Milik Eks Suami Diserang hingga Identitasnya Terungkap

Viral Penjual Cilok Cantik di Sekitar Bandara Solo, Banyak Pembeli dari Luar Kota

Untuk mesin, helikopter hasil kerja kreatif lulusan STM (SMK) Siliwangi 1996 ini menggunakan mesin penggerak generator set (genset) berkapasitas besar 24 PK, 700 Cc, 2 silinder berbahan bakar premium.

"Insya Allah saya inginnya pada akhir tahun atau awal tahun 2020 bisa melakukan uji terbang," ungkap Jujun saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Minggu (3/11/2019).

Dia menuturkan proses pembuatan helikopter ini berlangsung sejak Agustus 2018 lalu yang hanya mengandalkan hari libur setiap Minggu.

Semua proses sejak awal hingga berbentuk sebuah helikopter dikerjakan seorang diri dengan dibantu anak laki-laki pertamanya dan kerabat.

Pembuatan helikopter dengan rangka berbahan besi hingga saat ini sudah menghabiskan dana mencapai Rp30 juta.

Meskipun harus mengeluarkan uang yang besar ini tidak mengganggu anggaran untuk rumah tangga.

"Makanya proses pembuatan helikopter ini lama, karena untuk membeli barang yang dibutuhkan harus menunggu waktu, perlu menyisihkan."

Halaman
1234
Penulis: Romi Rinando
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved