Tribun Lampung Tengah

Residivis 7 Kali Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi karena Lakukan Tindakan Ini saat Ditangkap

Residivis 7 Kali Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi karena Lakukan Tindakan Ini saat Ditangkap

Residivis 7 Kali Dapat Hadiah Timah Panas dari Polisi karena Lakukan Tindakan Ini saat Ditangkap
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Jajaran Polsek Seputih Mataram dan pelaku Irwansani yang dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH MATARAM - Residivis 7 kali kasus pembegalan di kawasan Lampung Tengah mendapat 'hadiah' timah panas dari polisi.

Aksi tegas terukur terpaksa dilakukan anggota Polsek Seputih Mataram, lantaran pelaku yang bernama Irwansani (31), berusaha melarikan diri sesaat setelah ditangkap.

Irwansani berusaha mengelabui polisi setelah berhasil ditangkap usai melakukan aksi pembegalan terhadap Khoirul Anam, warga Kecamatan Seputih Banyak, di ruas jJalur Lintas Pantai Timur (Jalinpantim), Bandar Mataram, Minggu (3/11/2019).

Setelah diamankan di kawasan Jalinpantim, sekira pukul 02.00 WIB, polisi langsung melakukan pengembangan perkara ke kediaman pelaku, dan pada saat itu pelaku berusaha melarikan diri.

Sekkab Dominasi Posisi 3 Besar, Ini Daftar 47 ASN yang Lolos Lelang Jabatan Pemprov Lampung

"Karena itu, kami langsung lakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki pelaku (Irwansani). Ia mencoba melarikan diri saat kami minta tunjukkan barang bukti di rumahnya," kata Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Arief Wiranto mendampingi Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, Senin (4/11/2019).

Arief menambahkan, setelah dilumpuhkan, jajarannya kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah Irwansani di Lampung Teluk Dalam, Kecamatan Rumbia.

"Hasil penggeledahan, didapat barang bukti di rumahnya baju yang dipakai pelaku saat kejadian, dompet pelaku berisikan KTP atas nama Irwansani, ATM BRI, ponsel pelaku merk LG, besi alat pelaku melancarkan kejahatan dan sepeda motor Honda Beat warna merah putih," ujar Arief.

Korban Khoirul Anam mengatakan, saat kejadian 27 Oktober lalu, ia mengendarai sepeda motor seorang diri dari Seputih Banyak menuju Bandar Mataram.

Saat sampai ke arah Pasar Mandala, Bandar Mataram, ia diikuti sepeda motor yang ditumpangi dua orang berboncengan. Setelah beberapa ratus meter, motor pelaku memepet motor korban.

Selanjutnya, pelaku Irwansani yang dibonceng berusaha mencabut kontak motor Khoirul Anam.

Halaman
123
Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved