Tribun Bandar Lampung

Parkir Ganda Masih Terjadi di Pasar Tengah, Wali Kota Herman: Masak Wali Kota Harus Nunggu di Situ?

Parkir Ganda Masih Terjadi di Pasar Tengah, Wali Kota Herman: Masak Wali Kota Harus Nunggu di Situ?

Parkir Ganda Masih Terjadi di Pasar Tengah, Wali Kota Herman: Masak Wali Kota Harus Nunggu di Situ?
Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M
Oknum petugas parkir tanpa seragam Dishub Bandar Lampung, saat mengeluarkan motor yang terparkir di kawasan parkir Pasar Tengah, Senin, 3 November 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fenomena parkir ganda atau dua kali bayar bahkan hingga tiga kali bayar di kawasan Pasar Tengah, Bandar Lampung, masih terus terjadi sampai saat ini, sekalipun pihak terkait melarang itu.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menegaskan, agar mekanisme pembayaran parkir di lingkup Pasar Tengah sesuai prosedur, sehingga tidak ada tumbuh pelaku pungutan liar di lokasi parkir.

"Ya nggak boleh dong itu, ya (masyarakat) nggak usah bayar di parkirannya, kan sudah bayar di (loket) depan," tegas Herman HN, saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Bandar Lampung, Selasa (5/11/2019).

Herman juga menegaskan, sudah menjadi kewajiban pengelola parkir untuk merapikan kendaraan di parkiran, dan bukan juru parkir liar yang kembali meminta bayaran parkir.

"Satu kali masuk bayar di loket depan, pentungin kepalanya (jika ada juru parkir narik lagi uang parkir), sudah menyalahi itu!" kata Herman.

"Masak Wali Kota harus nungguin di situ (lokasi parkir Pasar Tengah). Sudah saya bilang kepala dinas (untuk menertibkan pelaku pungli)," tegas Herman lagi.

Prabowo Subianto Jadi Menteri Jokowi, Ahmad Dhani Sebut Kita dari Nol Lagi

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ahmad Husna mengatakan, perlu ada pengawasan dan penolakan dari masyarakat secara langsung, agar praktik, yang masuk kategori pungutan liar (pungli) tersebut, di lokasi parkir ini bisa berhenti.

"(Kalau yang di lokasi parkirnya) bukan, bukan petugas kami itu. Saya minta kepada masyarakat bayar lah di loket, yang di luar loket jangan dibayar," tegas Ahmad Husna.

Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ahmad Husna.
Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung Ahmad Husna. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Diakuinya, tidak ada juga itu bagi hasil yang masuk PAD dishub dari para oknum petugas yang melakukan pungli di sekitaran lokasi parkir.

"Nggak ada itu (oknum pelaku pungli setor untuk PAD dishub), yang masuk ya yang dari loket itu, yang disetor ke retribusi daerah," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved