Tribun Pringsewu

Residivis Penggelapan Motor Diamankan Karena Polisi Temukan Barang Ini di Rumah

Residivis Penggelapan Motor Diamankan Karena Polisi Temukan Barang Ini di Rumah

Residivis Penggelapan Motor Diamankan Karena Polisi Temukan Barang Ini di Rumah
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Residivis Penggelapan Motor Diamankan Karena Polisi Temukan Barang Ini di Rumah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Seorang residivis penggelapan sepeda motor, AR (23) warga Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu diamankan petugas Polres Tanggamus, Selasa, 5 November 2019 pukul 14.30 WIB.

AR ditangkap terkait perkara narkoba.

Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan RBS alias Butek (28) warga Pekon Wates Kecamatan Gading Rejo, yang diduga sebagai pengedar.

Keduanya langsung digelandang ke Mapolres Tanggamus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Drakorindo Everybody Say Kungdari Subtitle Bahasa Indonesia (Sub Indo), Download Drakor Terpopuler

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan penyelidikan dan pengembangan informasi masyarakat.

"Kedua pelaku ditangkap dalam serangkaian penyelidikan," ungkap Hendra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Rabu, 6 November 2019.

Dalam penangkapan AR, petugas mengamankan barang bukti berupa satu handpone, 10 buah plastik klip sisa sabu, satu alat hisap sabu, satu kaca pirek, dua pipet, satu kertas almunium foil dan satu kotak rokok.

Dari pengakuan AR, petugas kemudian bergerak menelusuri asal muasal barang haram tersebut.

Sehingga berhasil menangkap RBS alias Butek saat berada di rumahnya di Gading Rejo.

Drakorindo Vagabond Subtitle Bahasa Indonesia (Sub Indo), Download Drakor Terbaru Terpopuler 2019

Dari tangan RBS, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu handpone, 34 plastik klip sisa sabu, alat hisap sabu/bong, kotak rokok, dua plastik klip ukuran besar bekas pakai, dan dua buah plastik bening bekas pakai.

Serta satu pecahan pipa kaca, dua korek api, satu tutup botol berlubang dua, dan 18 buah potongan sedotan.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 112 junto 127 UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika, ancaman maksimal 10 tahun penjara. (tribunlampung.co.id/r didik budiawan c)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved