Gelar Diskusi Publik Perubahan Iklim, Air dan Sanitasi, Mitra Bentala Ingin Wujudkan Hal Ini

Gelar Diskusi Publik Perubahan Iklim, Air dan Sanitasi, Mitra Bentala Ingin Wujudkan Hal Ini

Dokumentasi Mitra Bentala
Gelar Diskusi Publik Perubahan Iklim, Air dan Sanitasi, Mitra Bentala Ingin Wujudkan Hal Ini 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mitra Bentala dan Pemerintah Provinsi Lampung menggelar diskusi publik bertajuk Perubahan Iklim, Air dan Sanitasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Acara yang berlangsung di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung, Kamis, 7 November 2019, tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Intizam mewakili Gubernur Lampung.

Dalam sambutannya, Intizam menyambut baik acara yang dilakukan, karena ada peran partisipasi para pihak untuk berkontribusi terhadap pembangunan di Lampung dari peserta yang hadir dan antusias dari berbagai elemen.

"Pemerintah sangat berkomitmen jika bicara tentang pembangunan berkelanjutan dengan adanya PERPRES Nomor 56 Tahun 2017 yang mengatur tentang struktur dan model implementasi SDG”s di Indonesia," kata Intizam dalam siaran pers yang dikirimkan Mitra Bentala, Kamis, 7 November 2019.

Konversi BBM ke BBG, Nelayan TPI Lempasing Berharap Bisa Menghemat Pengeluaran

Peserta diskusi publik dihadiri dari berbagai perguruan tinggi, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup baik provinsi maupun dari kabupaten/kota, elemen pakar iklim, lingkungan, LSM Lingkungan Hidup, perusahaan swasta dan BUMN serta perwakilan masyarakat.

Acara yang menghadirikan narasumber dari BAPPEDA Lampung Belli Saputra, akademisi dan pakar Iklim Universitas Lampung Tumiar Katarina Manik dan SNV Indonesia Bambang Pujiatmoko.

Dalam materinya yang disampaikan Tumiar Katarina Manik mengungkapkan, perubahan iklim yang berkembang dan terjadi saat ini jangan dianggap remeh, tetapi harus menjadi perhatian semua pihak.

"Adaptasi terhadap perkembangan alam saat ini harus dilakukan termasuk upaya mitigasi dilakukan. Kita harus punya data iklim yang selalu update dan tersosialisasikan ke masyarakat. Fenomena krisis air yang dialami saat ini adalah salah satu contoh," ujar Tumiar.

Ketersedian air, lanjut Tumiar, sangat menentukan dan menjamin terhadap sektor sanitasi.

Kenaikan suhu udara 0,5 sampai 1 derajat saja, kata Tumiar, akan berpengaruh besar terhadap perubahan perilaku manusia untuk dihadapi.

Sementara itu Bambang Pujiatmoko dari SNV Indonesia menyampaikan, sanitasi sangat tergantung dengan ketersediaan air bersih, dan perubahan iklim yang terjadi memengaruhi ketersedian air.

"Dari pandangannya juga menyebutkan bahwa Lampung akan terjadi krisis air di Tahun 2020 dari riset yang dilakukan dan baik buruknya sanitasi di suatu daerah bisa dilihat dengan keberadaan kondisi air sungai. Air sungai yang baik maka akan baik juga sanitasinya," ucap Bambang.

Sementara itu, Direktur Mitra Bentala Mashabi sebagai penyelenggara kegiatan menyampaikan, tujuan dari kegiatan diskusi publik ini untuk mendapatkan pandangan dari berbagai elemen terhadap peserta yang hadir.

"Ketersedian air dan sanitasi yang baik sangat dipengaruhi oleh fenomena perubahan iklim yang terjadi, akses air yang tidak mendukung maka sanitasipun menjadi tidak baik dan bersentuhan langsung terhadap perilaku manusia," kata Mashabi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved