Tribun Lampung Tengah

Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita

Adapun jumlah total guru ngaji di seluruh kampung yang terdata oleh Pemkab Lamteng, ujar Loekman Djoyosoemarto, yaitu sebanyak 5.900 orang.

Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah, hanya bisa membatasi insentif bagi guru ngaji.

Setiap kampung, hanya 9 orang yang mendapat bantuan dari pemerintah.

Bupati Loekman Djoyosoemarto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tak bisa mengakomodir untuk insentif guru ngaji di 311 kampung yang ada di Lampung Tengah.

Adapun jumlah total guru ngaji di seluruh kampung yang terdata oleh Pemkab Lamteng, ujar Loekman Djoyosoemarto, yaitu sebanyak 5.900 orang.

Tangga Raja, Jejak Kejayaan Menggala Sebagai Kota Perdagangan Masa Lalu, Lihat Foto-fotonya

"Habis anggaran kita (Pemkab Lamteng) kalau semua diakomodir. Memang hanya 9 orang saja (guru ngaji) dari setiap kampung yang mendapat insentif setiap bulannya," terang Bupati Loekman Djoyosoemarto, Minggu (10/11/2019).

Loekman Djoyosoemarto menerangkan, sifat dari insentif itu pun berupa bantuan, sehingga besaran anggaran yang diberikan pun sifatnya tidak bisa dipatok besarannya.

"Besarannya (insentif) tidak bisa ditentukan, kita yang menetapkan besarannya. Tahun lalu (2018) itu Rp 100 ribu. Tahun ini Rp 150 ribu. Insya Allah tajun depan akan kita naikkan menjadi Rp 200 ribu," ujar Loekman Djoyosoemarto.

Sebelumnya, Mardiyati, salah seorang guru mengaji di Kecamatan Kalirejo, meminta bupati memperhatikan keberadaan mereka.

Alasannya, ia dan puluhan rekan satu profesinya belum pernah mendapatkan insentif.

Hal yang sama juga dikeluhkan Siti Aminah, guru mengaji di Kecamatan Anak Tuha. Ia berharap bisa mendapatkan perhatian pemerintah, dengan mendapatkan insentif.

"Saya tidak pernah dapat insentif dari pemerintah. Ya kami memohon supaya adalah perhatian, kita bisa dapat insentif. Katanya kan ada insentif buat kami," keluhnya.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved