Tribun Lampung Tengah

Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita

Adapun jumlah total guru ngaji di seluruh kampung yang terdata oleh Pemkab Lamteng, ujar Loekman Djoyosoemarto, yaitu sebanyak 5.900 orang.

Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Anggaran Tak Cukup, Pemkab Lamteng Hanya Akomodir Gaji 9 Guru Ngaji, Bupati: Habis Anggaran Kita 

Terpisah, Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Lampung Tengah, Musa Ahmad menilai, persoalan guru mengaji di kabupaten itu harus mendapat perhatian pemerintah.

Ia menilai, terkait kondisi banyaknya guru mengaji yang tak mendapatkan honor atau insentif di kabupaten itu, perlu adanya landasan hukum sehingga mereka tak terabaikan.

Menurut Musa Ahmad, perlu dibuat peraturan daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) untuk para guru mengaji. Sehingga, keberadaan mereka dapat diperhatikan dan nasib mereka pun ada jaminannya.

"Solusinya (insentif guru mengaji) harus dibuatkan Perbup atau Perda. Begitu juga guru honor di Lamteng. Itu supaya keberadaan mereka tak dipandang sebelah mata," kata Musa Ahmad, Minggu (10/11/2019).

Saat ini pun kata Musa Ahmad, saat melakukan reses beberapa waktu lalu, ia mendapat keluhan dari sejumlah guru ngaji dan honor di Lamteng. Menurutnya, harus ada solusi terkait hal tersebut.

"Jadi keberadaan guru ngaji dan guru honorer itu harus diapresiasi, tidak hanya sekedar pengabdian saja. Sama dengan tenaga pengajar lainnya, penghasilan mereka pun harus diperhatikan," pungkasnya.

Dua Polisi Roboh Tertembus Peluru di Mapolsek, Kapolres: Bukan Baku Tembak

Wakil Ketua I DPRD Lamteng Yulius Heri menerangkan, pihaknya akan mengkaji kembali terkait insentif terhadap guru mengaji dan guru honorer. Menurutnya, terkait besaran dan jumlah guru yang mendapat insentif mungkin saja bisa dirubah.

"Kalau memang anggarannya masih ada dan mencukupi, gak apa-apa lah ya kita alokasikan kepada mereka (guru ngaji dan guru honor). Mungkin kedepan akan kita kaji lagi," ujar Yulius Heri.

Yulius menerangkan, sudah selayaknya pemerintah mengapresiasi keberadaan guru mengaji. Alasannya, mereka menjadi bagian dari program pemerintah dalam pendidikan dan pembentukan akhlak anak.(tribunlampung.co.id/syamsir alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved