Demo Tolak UMP

BREAKING NEWS - Demo Tolak UMP Lampung, Ini 9 Tuntutan PPRL

Menurutnya, kenaikan UMP yang sesuai PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tidak akan pernah bisa meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Tribun Lampung/Deni
Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Peserta aksi meminta Pemprov Lampung memperhatikan nasib kaum buruh dan rakyat miskin.

Hal tersebut diungkapkan koordinator aksi Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) Suhendra dalam orasinya di gerbang Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, kenaikan UMP yang sesuai PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tidak akan pernah bisa meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

Pasalnya, angka kebutuhan hidup layak (KHL) juga selalu meningkat.

Dia mengatakan, UMP Lampung Rp 2.432.000 tidak sesuai dengan kebutuhan buruh.

"Nominal ini sangat jauh bagi kehidupan buruh," sebutnya.

Selain itu, pengusaha kembali ingin merenggut hak-hak buruh dengan melucuti pasal tentang pesangon, dengan memperdalam dan memperluas hubungan kerja kontrak, alih daya, dan pemagangan, menambah jam kerja, dan mempermudah pemutusan hubungan kerja (PHK).

BREAKING NEWS - Peserta Aksi Sebut Kenaikan UMP Tak Mampu Mengkover Biaya Pendidikan dan Kesehatan

BREAKING NEWS - Tolak UMP 2020, PPRL Gelar Demo di Depan Kantor Pemprov Lampung

Berdasarkan hal tersebut, PPRL menyatakan menuntut beberapa hal kepada Pemprov Lampung:

1. Cabut PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

2. Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan (UU No 13 Tahun 2003) dan Pasar Tenaga Kerja

3. Hapuskan sistem kerja kontrak tenaga kerja dan outsourcing fleksibel

4. Tolak sistem pemagangan

5. Tolak kenaikan tarif BP.JS Kesehatan

6. Tolak revisi UU Pertanahan

7. Tolak RKUHP

8. Terbitkan UU KPK terhadap gerakan rakyat

9. Hentikan represivitas

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved