Demo Tolak UMP

BREAKING NEWS - Peserta Aksi Sebut Kenaikan UMP Tak Mampu Mengkover Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Kenaikan UMP Lampung sebesar 8,51% hingga menjadi Rp. 2.432.000 atau 2,4 juta dinilai sangat jauh dengan tingkat kebutuhan hidup.

Tribunlampung.co.id/Kiki
BREAKING NEWS - Peserta Aksi Sebut Kenaikan UMP Tak Mampu Mengkover Biaya Pendidikan dan Kesehatan 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Peserta aksi demonstrasi sebut tingkat kebutuhan hidup masyarakat Lampung rata-rata perbulan mencapai Rp 3 juta.

Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung sebesar 8,51% hingga menjadi Rp. 2.432.000 atau 2,4 juta dinilai sangat jauh dengan tingkat kebutuhan hidup.

Tri Susilo Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) yang tergabung dalam aksi Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) dalam orasi nya menyebut kenaikan tersebut tidak dapat menutupi kebutuhan pendidikan dan kesehatan bagi kaum buruh.

"Tentu saja kenaikan UMP tersebut tidak dapat mengcover kebutuhan pendidikan dan kesehatan," tandasnya dalam orasi di depan Gerbang Pemerintah Provinsi Lampung, Senin (11/11/2019)

Kata dia, terlebih iuran program jaminan kesehatan pemerintah melalui BPJS turut naik pada januari 2020 mendatang.

"Ini benar-benar tidak masuk akal dan jelas tidak memperhatikan kami sebagai buruh. Kami kecewa," tegasnya.

BREAKING NEWS - Tolak UMP 2020, PPRL Gelar Demo di Depan Kantor Pemprov Lampung

Ia mengatakan, kenaikan UMP yang didasarkan pada PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan tidak akan pernah bisa memberikan hidup layak dan akan semakin jauh dari kesejahteraan.

"Ini benar-benar tidak layak diterima oleh kaum buruh," pungkasnya.

Gelar Aksi

Halaman
12
Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved