Tribun Pringsewu

50 Persen Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Pringsewu Terancam Tak Dibiayai Lagi

Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi mengungkapkan, jumlah penerima PBI melalui APBD Pringsewu sebanyak 32.000 jiwa.

50 Persen Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Pringsewu Terancam Tak Dibiayai Lagi
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi - 50 Persen Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di Pringsewu Terancam Tak Dibiayai Lagi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tarif iuran BPJS Kesehatan ditargetkan naik pada Januari 2020.

Oleh karena itu, pemerintah daerah juga harus komitmen menaikkan nilai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Penerima PBI merupakan masyarakat prasejahtera/miskin.

PBI hanya pada BPJS Kesehatan kelas III.

Sedangkan BPJS Kesehatan memutuskan kenaikan iuran kelas tiga sebesar 65 persen, yakni dari Rp 25.500 menjadi Rp 45.000.

PBI, menurut Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi dibayai oleh APBN dan APBD.

Sekkab Lampura Pastikan Utang Pemkab ke BPJS Kesehatan Telah Dibayar: Hitungannya Jam Saja

Purhadi mengungkapkan, jumlah penerima PBI melalui APBD Pringsewu sebanyak 32.000 jiwa.

Sedangkan alokasi APBD untuk PBI tersebut, kata Purhadi, sekitar Rp 10 miliar.

"Oleh karena itu, dengan adanya kenaikan iuran BPJS kesehatan, harus ada penambahan alokasi dana yang diperuntukkan bagi PBI," ungkap Purhadi, Selasa, 12 November 2019.

Penambahannya, kata Purhadi, dengan PBI sejumlah 32.000 jiwa, kurang lebih Rp 6 miliar.

Halaman
123
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved