Breaking News:

Instagram Mulai Tutup Fitur 'Like' di Amerika, Bagaimana Dengan di Indonesia?

Uji coba penyembunyian jumlah like dimulai dari Kanada pertengahan tahun 2019 lalu. Kemudian diikuti setidaknya tujuh negara, termasuk Irlandia.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Noval Andriansyah
Tangkap Layar Tribun Lampung
Ilustrasi - Instagram Mulai Tutup Fitur 'Like' di Amerika, Bagaimana Dengan di Indonesia? 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Banyak kaum milenial sekarang yang hobi update foto terkini di Instagram

Sebagian besar merasa senang jika foto yang disebar mendapatkan 'like' yang banyak dari pengikut alias follower. 

Namun, bagaimana jika jumlah Like tersebut tak lagi terlihat atau ditutup?

Instagram sudah menguji coba penutupan jumlah like (suka) di platformnya selama berbulan-bulan di beberapa negara.

Fitur itu kabarnya juga akan mulai diujicoba di Amerika Serikat, salah satu pasar kunci sekaligus rumah Facebook Inc, induk perusahaan Instagram.

Hal ini diumumkan langsung oleh CEO Instagram, Adam Mosseri dalam sebuah acara bertajuk WIRED25 yang berlangsung awal pekan ini. 

VIDEO Sempat Dihack, Akun Instagram Luna Maya Kini Telah Kembali

Keanehan Terjadi di Akun Instagram Luna Maya, Langsung Banjir Komentar

"Ide ini adalah untuk mencoba mengurangi tekanan di Instagram dan membuatnya tidak terlalu kompetitif," jelas Mosseri dalam acara tersebut.

Sebagaimana di negara ujicoba lainnya, jumlah like tidak muncul di setiap unggahan.

Baik saat muncul di beranda maupun profile yang biasa dilihat secara publik.

Namun, si pemilik akun masih tetap bisa melihat jumlah like yang ia dapatkan.

Beberapa pengguna Instagram di Negeri Paman Sam sudah kebagian.

Namun Mosseri tidak menyebut berapa persen pengguna Instagram di AS yang akan kebagian fitur ini.

Dihimpun KompasTekno dari CNN, Selasa (12/11/2019), beberapa pengguna di AS yang kebagian uji coba ini akan mendapatkan notifikasi bahwa jumlah like di postingan mereka tidak akan tertera di publik.

Ujicoba penyembunyian like di AS pun menuai beragam reaksi.

Terutama bagi selebritas dan  kreator konten.

Dirangkum dari Business Insider, penyanyi Nicki Minaj bahkan mengancam tidak akan lagi mengunggah postingan di Instagram.

Bertolak belakang dengan Nicki, selebritas Kim Kadarshian justru menyambut positif fitur ini.

Dalam sebuah wawancara, Kim menilai fitur ini akan lebih bermanfaat untuk kesehatan mental pengguna Instagram.

Kesehatan mental memang menjadi latar belakang bergulirnya fitur ini.

Instagram beralasan menampilkan jumlah like justru menimbulkan gangguan kesehatan mental karena pengguna saling adu banyak jumlah like.

"Kami menguji coba fitur ini karena kami ingin Instagram menjadi tempat yang nyaman bagi orang-orang. Termasuk membantu mereka fokus pada foto dan video yang mereka bagikan, bukan dari seberapa banyak like yang mereka dapatkan," jelas salah satu perwakilan Instagram.

Hari Ayah Nasional Google Pasang Ilustrasi Spesial, Begini Sejarah Munculnya Hari Ayah

Uji coba penyembunyian jumlah like dimulai dari Kanada pertengahan tahun 2019 lalu.

Kemudian diikuti setidaknya tujuh negara, termasuk Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia Baru.

Hingga saat ini, Instagram belum mengungkapkan kapan fitur sembunyikan like ini akan digulirkan secara global. (kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul penutupan-jumlah-like-instagram-mulai-disebar-di-amerika

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved