Tribun Metro

Razia 44 Orang, Komunitas Punk dan Pengamen Diimbau Jaga Ketertiban

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro mengimbau kelompok atau komunitas anak punk dan pengamen tidak mengganggu ketertiban umum

Razia 44 Orang, Komunitas Punk dan Pengamen Diimbau Jaga Ketertiban
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Kabid Trantibum Satpol PP Jose Sarmento 

Razia 44 Orang, Komunitas Punk dan Pengamen Diimbau Jaga Ketertiban

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro mengimbau kelompok atau komunitas anak punk dan pengamen tidak mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.

"Kemarin Selasa kita mengamankan 44 anak punk di sekitaran Pasar Cenderawasih dan Samber Park. Itu perempuannya tujuh orang, sisanya laki-laki," ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Metro Jose Sarmento, Kamis (14/11).

Satpol PP Bandar Lampung Razia 12 PSK dan Waria, 1 PSK Dalam Posisi Sedang Hamil

Ia menjelaskan, penertiban puluhan anak Punk menindaklanjuti dari laporan masyarakat setempat yang merasa resah dan tidak nyaman dengan segerombolan anak punk yang kerap mengamen.

"Jadi warga merasa kurang nyaman dengan kehadiran mereka. Makanya kami langsung lakukan razia kemarin sore di lokasi yang biasa tempat berkumpul anak punk. Dan ternyata mereka bukan warga Metro semua," katanya lagi.

Jose mengaku, 44 anak punk telah diberikan pembinaan dan imbauan terkait ketertiban umum. Selain itu dilakukan pendataan dan diminta untuk tidak lagi membuat keresahan dan mengganggu kenyamanan di Kota Metro.

"Mereka sudah meninggalkan Metro kemarin. Kita tidak melarang siapa pun yang datang ke sini selama ikut aturan dan tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum. Kalau tidak, ya kita akan amankan," bebernya mewakili Kasat Pol PP.

VIDEO Satpol PP Lampung Utara Amankan 12 Anak Punk

Pihaknya juga mengimbau, agar setiap pengamen yang ada di Bumi Sai Wawai tidak memaksa meminta bayaran dalam menjalani kegiatannya di Kota Metro.

Sementara, Komisi I DPRD Kota Metro menilai penanganan anak jalanan (anjal) dan tunawisma di wilayah setempat harus berkesinambungan. Tidak sekadar sebatas razia dan pendataan.

"Razia perlu, tapi harus ada pembinaan berkelanjutan. Jangan cuma didata, dinasehati, sudah selesai. Dampaknya apa buat mereka. Bisa saja seminggu atau sebulan itu nongol lagi. Begitu lagi. Razia lagi. Tidak ada perubahan," beber Basuki, Ketua Komisi I.

Komisi I meminta ada cara yang bisa menyelesaikan masalah. Dimana harus dilakukan secara terintegrasi. Baik Satpol PP, Dinas Sosial, dan satker lainnya. "Label Metro ini kan kota. Pasti menarik banyak pihak untuk datang dan mencari peruntungan," tuturnya.

Karena itu, Kota Metro harus bersiap dengan segala macam bentuk yang akan datang. Sehingga setiap permasalahan datang, ada solusi yang bisa menyelesaikan.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved