Sita Uang Koruptor Rp 477 Miliar, Jaksa Agung: Kalau Ditumpuk Semua Kita Tak Terlihat

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menyatakan uang yang dirilis oleh kejaksaan agung sengaja tidak diperlihatkan semuanya

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
uang sitaan Kejagung kasus korupsi PLN 

Di atas uang tersebut tertuliskan, total uang korupsi tersebut tercantum mencapai Rp477.359.539.000.

Namun, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menyatakan uang yang dirilis oleh kejaksaan agung sengaja tidak diperlihatkan semuanya.

"Yang ada disini Rp100 miliar. Artinya kalau ditumpuk disini kita tidak kelihatan (kamera) yang disini," kata Burhanuddin saat konferensi pers di Kantor Kejagung RI, Jakarta Selatan pada Jumat (15/11/2019).

Nantinya, ia menyatakan uang tersebut akan disetorkan ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistem informasi online Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Hal itu pun telah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung nomor 3318K/p/sus tahun 2019 tanggal 17 Oktober 2019.

"Uang tersebut telah disetorkan ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistim informasi PNBP online atau simfoni kejaksaan negeri selatan dengan kode billing 820191113923508," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Warih Sadono melaporkan perkembangan kasus korupsi Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim.

Menurutnya, dalam kasus ini, masih ada satu pihak lagi yang tengah mengajukan banding.

"Kasus ini ada satu kasus yang masih banding atas nama Khairil, kemudian soal digadaikan dengan bank itu sudah selesai. Bukan disini lagi. Kita tidak masuk ke sana. kita korupsinya saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Kokos Leo Lim, terpidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 477 miliar atas proyek di PT PLN Batubara, berhasil diringkus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dengan bantuan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved