Tribun Bandar Lampung

Dinding Kebun Raya Liwa Roboh karena Hujan, Kepala Balitbang Lambar Sebut Bukan Kejadian Pertama

Dinding sepanjang 20 meter tersebut roboh akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Lambar pada Senin, 18 November 2019.

Dinding Kebun Raya Liwa Roboh karena Hujan, Kepala Balitbang Lambar Sebut Bukan Kejadian Pertama
Tribunlampung.co.id/Ade Irawan/Istimewa
Dinding Kebun Raya Liwa Roboh karena Hujan, Kepala Balitbang Lambar Sebut Bukan Kejadian Pertama 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LIWA - Dinding Kebun Raya Liwa (KRL) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) roboh.

Dinding sepanjang 20 meter tersebut roboh akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Lambar pada Senin, 18 November 2019.

KRL sendiri merupakan kawasan konservasi yang bertemakan konservasi dan pengembangan Tanaman Hias, Representasi Flora Sumatera Bagian Selatan (TNBBS), baik yang berbunga maupun berdaun indah.

Sejak Tahun 2007 pengelolaan KRL diserahkan kepada Dinas Kehutanan Lambar sampai dengan 2016.

Pada 3 Januari 2017, UPT Pengelola KRL diserahkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lampung Barat.

Kepala Balitbang Lambar Tri Umaryani membenarkan peristiwa robohnya dinding KRL.

Garasi dan Sebagian Teras Rumah Warga Ambrol Terdampak Perbaikan Drainase

"Ada penurunan kondisi tanah pada sisi sebelah timur taman hias KRL yang mengakibatkan dinding dan pagar roboh sepanjang 20 meter serta menutup paping taman," kata Tri Umaryani, Selasa, 19 November 2019.

"Penurunan tanah ini akibat hujan deras di hari sebelumnya, dan memang struktur tanah di daerah kita ini kan labil," imbuh Tri Umaryani.

Menurut mantan Kepala Dinas Perkebunan Lambar ini, untuk sementara pihaknya telah melakukan pembersihan lokasi.

"Sementara kami telah melakukan pembersihan lokasi, memasang terusuk penguat dan bambu di beberapa titik serta menutup lokasi agar tidak membahayakan warga," ujar Tri Umaryani.

Tri menambahkan, selain mengamankan lokasi, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Lambar Parosil Mabsus.

"Ya benar, kami telah lapor ke Pak Bupati (Parosil Mabsus). Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan kementerian PUPR," ucap Tri Umaryani.

Anak-anak Sekolah Lintasi Jembatan Roboh di Atas Sungai

Tri Umaryani berharap, lokasi kerusakan segera diperbaiki karena sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa.

"Harapannya ke depan lokasi yang mengalami kerusakan bisa diperbaiki dan dibronjong, agar tidak terjadi lagi peristiwa serupa," harap Tri Umaryani.

"Karena memang di KRL ini sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini (tembok ambrol)," tandas Tri Umaryani. (Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved