Tribun Bandar Lampung

Realisasi Penerimaan Pajak DJP Bengkulu dan Lampung Baru 70 Persen dari Target 11.023 Triliun

Target penerimaan pajak 2019 sebesar Rp 11.023 Triliun yang akan diperoleh dari provinisi Lampung dan Bengkulu.

Realisasi Penerimaan Pajak DJP Bengkulu dan Lampung Baru 70 Persen dari Target 11.023 Triliun
Tribunlampung.co.id/Kiki
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung Eddi Wahyudi 

Laporan Reporter Tribunlampung Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Direktorar Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung menarget penerimaan pajak 2019 tumbuh menjadi 5,2%.

Kepala Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung Eddi Wahyudi mengatakan pertumbuhan pajak 5,2% akan di terima dari dua provinsi yang dikelola oleh DJP.

Yaitu, provinsi Lampung dan Bengkulu.

"Iya target penerimaan pajak kita pada 2019 ni meningkat atau tumbuh 5,2%," kata Eddi usai menghadiri kegiatan Media Gathering di Hotel Novotel Bumi Waras Bandar Lampung, Rabu (20/11/2019).

Pertumbuhan ini didasari oleh target penerimaan pajak 2019 sebesar Rp 11.023 Triliun yang akan diperoleh dari provinisi Lampung dan Bengkulu.

Provinsi Lampung ditarget sebesar Rp 8.770 Triliun dam Bengkulu sebesar Rp 2.253 Triliun.

Menurut Eddi, pada 2018 lalu target penerimaan pajak Lampung dan Bengkulu sebesar Rp 10.443 Triliun.

Artinya dengan angka Rp 11.023 Triliun penerimaan pajak Bengkulu dan Lampung meningkat atau bertumbuh 5,2%.

Kendati demikian, di penghujung tahun 2019 penerimaan pajak di DJP Bengkulu dan Lampung saat ini baru terealisasi 65-70 persen.

"Penerimaan pajak tahun ini baru 65-70 persen, ini sudah cukup baik, cuman memang tetap harus kita tingkatkan supaya mencapai level yang lebih dari itu," ujarnya.

Kata dia, pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini masih bersumber dari komoditas, oleh karenanya pajak terbesar masih berasal dari komoditas seperti sawit, gula, kopi dan lain-lain.

Selain itu, terus dia, perdagangan juga sektor penting sebagai sumber pajak meski dominan saat ini adalah komoditas.

"Seperti, UKM mulai kami dorong, salah satunya dengan menggelar Bisnis Development Service (BDS) untuk mendorong pertumbuhan bisnis UKM, dan bisa meningkatkan penerimaan pajak," sebutnya (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved