Ahok Jadi Bos Pertamina, Gaji BTP Kalahkan Gaji Presiden Jokowi, Capai Miliaran Rupiah per Bulan

Ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan menerima gaji miliaran rupiah per bulan.

TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. 

Bagaimana rekam jejak Ahok dalam mengelola perusahaan?

Dilansir dari Ahok.org, kakak dari empat adik tersebut pernah mendirikan tiga perusahaan.

Hal itu mulai dilakukan setelah ia menyelesaikan kuliah S1 di bidang teknik geologi.

1. CV Panda (PT Timah)

Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (insiyur geologi) pada tahun 1989, pria 55 tahun itu pulang ke kampung halamannya.

Ahok menetap di Belitung.

Ia mendirikan perusahaan CV Panda.

Perusahaan itu bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, BTP menyadari betul hal itu tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki.

Karena untuk menjadi pengelola mineral, selain diperlukan modal (investor), manajemen yang profesional juga dibutuhkan.

Lalu, Ahok memutuskan kuliah S2.

Ia mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.

2. PT Nurindra Ekapersada

PT ini didirikan Ahok pada 1992.

Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan pasir kuarsa.

Lalu, ia juga mendirikan pabrik pengolahan di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

3. PT Nurindra Ekapersada

Tahun 1992, Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995.

Bagi Basuki, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana menyejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat).

Juga diharapkan, hal itu dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur, dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas.

Di sisi lain, PT Nurindra Ekapersada memiliki visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.

Berangkat dari visi seperti itulah, pada tahun 1994, Ahok didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Bapak alm Wasidewo, memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kuarsa pertama di Pulau Belitung dengan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Dilansir Wikipedia, pada akhir tahun 2004, ia sempat menarik perhatian investor asal Korea untuk membangun Tin Smelter (pengolahan dan pemurnian biji timah) di KIAK.

Investor asing tersebut tertarik dengan konsep yang disepakati, untuk menyediakan fasilitas kompleks pabrik maupun pergudangan lengkap dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.

Hal tersebut mungkin jadi pertimbangan Menteri BUMN, Erick Thorir, yang yakin mengangkat Ahok sebagai Komisari Utama di Pertamina.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gaji Ahok Sebagai Komisaris Utama Pertamina Rp 3,2 Miliar, Kalahkan Gaji Gubernur hingga Presiden

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved