Public Service

Hack Facebook Termasuk Kejahatan Cyber?

Yth Pengamat Hukum. Saya ingin bertanya, apakah termasuk kejahatan cyber bila seseorang dengan sengaja meng-hack akun Facebook orang lain?

Hack Facebook Termasuk Kejahatan Cyber?
Istimewa
Gindha Ansori Wayka 

Hack Facebook Termasuk Kejahatan Cyber?

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia M 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum. Saya ingin bertanya, apakah termasuk kejahatan cyber bila seseorang dengan sengaja meng-hack akun Facebook orang lain? Terima kasih atas perhatiannya.

Pengirim: 081379403xxx

Diancam 8 Tahun Penjara

Seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, semakin banyak pula jenis kejahatan yang terjadi dalam dunia maya (cyber crime). Ada banyak kejahatan yang masuk dalam cyber crime, di antaranya pencurian data, ilegal akses, termasuk hacking, cracking dan lain sebagainya.

Hacking merupakan aktivitas menerobos program komputer milik orang lain. Pelaku, yang lebih dikenal dengan sebutan hacker biasanya memiliki kemampuan dan keahlian membuat dan membaca program tertentu serta terobsesi untuk mengamati keamanannya program tersebut.

VIDEO Retas Perusahaan di AS, Hacker asal Sleman Raup Rp 31,5 Miliar

Meng-hacker akun Facebook milik orang lain juga merupakan bagian dari kejahatan yang dikenal dengan istilah cracking yaitu hacking untuk tujuan jahat. Oleh karena pelaku menghacker akun facebook milik orang lain, maka dikategorikan atau termasuk sebagai kejahatan dunia Maya (cyber crime).

Perbuatan itu melanggar ketentuan Pasal 30 ayat (3) UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hacker Indonesia Bobol Kartu Kredit Warga Singapura Lalu Beli Mobil Mercy dan Motor Harley

Isinya menjelaskan, "Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan," diancam melanggar Pasal 46 Ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ancamannya, pidana penjara paling lama delapan tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta.

Selain itu, perbuatan pelaku juga bertentangan dengan Pasal 22 Undang-Undang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1999 Telekomunikasi.

Gindha Ansori Wayka SH MH
Akademisi dan Praktisi Hukum di Bandar Lampung

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved