Breaking News:

Pengerukan Pasir GAK

Penambangan Pasir GAK, Politisi PKS Ini Minta Pemprov Lampung Tegas

Anggota DPRD Lampung dapil Lampung Selatan Antoni Iman melihat perlu ada ketegasan sikap dari pemerintah provinsi terkait dengan kondisi ini.

TribunLampung/Dedi Sutomo
Penambangan Pasir GAK, Politisi PKS Ini Minta Pemprov Lampung Tegas 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Persoalan penambangan pasir laut di sekitaran kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) perlu ketegasan dari pemerintah daerah, terutama Pemprov Lampung.

Penambangan pasir yang dilakukan oknum perusahaan tersebut kembali menghangat setelah masyarakat Pulau Sebesi mendapati adanya KM Mehad I dan tongkang milik PT Lautan Indah Persada (LIP) melakukan aktivitas penambangan pasir pada Minggu (24/11/2019).

Anggota DPRD Lampung dapil Lampung Selatan Antoni Iman melihat perlu ada ketegasan sikap dari pemerintah provinsi terkait dengan kondisi ini.

Mengingat alasan perusahaan yang mengatakan mereka telah mengantongi izin dari pemprov Lampung.

“Perlu ada ketegasan. Apakah izin yang ada akan dicabut atau pihak perusahaan akan diminta untuk tidak beroperasi sementara waktu atau sikap tegas apa. Ini diperlukan,” terangnya kepada tribun, selasa (26/11).

Antoni Iman melihat baik pihak pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten Lampung Selatan perlu untuk berkoordinasi. Karena lokasi penyedotan pasir masuk dalam wilayah kabupaten Lampung Selatan.

Puan Maharani Soroti Penambangan Pasir GAK: Lihat Dulu Solusinya

Pemerintah kabupaten perlu memberikan informasi terkini terkait dengan kondisi dan situasi dari masyarakat yang menyampaikan aspirasi penolakan atas penambangan pasir laut tersebut.

Sehingga langkah-langkah yang nantinya diambil bisa tepat dan bisa memenuhi harapan dari masyarakat.

“Kita dari DPRD pun akan mendorong ini. Persoalan penyedotan pasir GAK ini akan kita bicarakan pada forum anggota DPRD dapil Lampung Selatan. Serta nantinya akan kita sampaikan juga pada komisi terkait untuk bisa ditindaklanjuti,” terang politisi PKS ini.

Antoni Iman menambahkan, beberapa kajian dari Walhi dan penggiat lingkungan lainnya yang mengatakan aktivitas penyedotan pasir laut di sekitaran GAK tersebut memiliki dampak pada ekosistem laut perlu menjadi pertimbangan.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved