Breaking News:

Tribun Lampung Tengah

Gerebek Arena Judi di Bandar Mataram, Polisi Amankan 6 Warga dan Uang Rp 5 Juta

Enam warga diamankan petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Seputih Mataram saat asyik main judi, Selasa (26/11/2019) lalu.

Dok Polsek Seputih Mataram
Polsek Seputih Mataram menyita barang bukti dari arena perjudian di Kampung Sriwijaya Mataram, Kecamatan Bandar Mataram. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH MATARAM - Enam warga diamankan petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Seputih Mataram saat asyik main judi, Selasa (26/11/2019) lalu.

Dari tangan para pelaku, diamankan uang tunai Rp 5 juta yang diduga sebagai uang taruhan.

Selain itu, petugas juga menyita tiga unit sepeda motor dan delapan set kartu remi di lokasi penggerebekan di Kampung Sriwijaya Mataram, Kecamatan Bandar Mataram.

"Kami lakukan pengrebekan di salah satu rumah pelaku (judi remi), sekitar pukul 01.00 WIB. Warga resah karena hampir setiap malam salah satu rumah pelaku kerap dijadikan arena judi kartu remi," kata Kepala Polsek Seputih Mataram Iptu Arief Wiranto, Kamis (28/11/2019).

Semua pelaku, lanjut Arief, adalah warga Kampung Sriwijaya Mataram, yakni Abdul Qodir (46), Salam (52), Wiyanto (39), Sanusi (54), Muriono (45), dan Kasdo (54).

"Apalagi saat ini sedang kita laksanakan Operasi Cempaka Krakatau 2019. Sasaran kita di antaranya perjudian, minuman keras, dan juga penyakit sosial lainnya," imbuhnya.

Asyik Bermain Judi, 4 Warga Tri Tunggal Jaya Ditangkap Polsek Banjar Agung

Asik Main Judi Leng, 5 Warga Diamankan Polsek Abung Timur, Ini Barang Buktinya

Abdul Qodir mengaku berjudi hanya dilakukan untuk mengisi waktu.

Menurut dia, arena judi remi itu digelar hampir setiap malam.

"Cuma mau isi waktu. Iseng-iseng aja. Karena memang kami sering kumpul di situ sambil begadang hampir setiap malam," terang Qodir.

Sementara Wijayanto mengatakan, nilai taruhan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.

Mereka biasanya berjudi mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari.

"Saya kalau buat modal setiap malamnya lebih kurang Rp 500 ribu. Kadang ya menang. Kalau lagi gak bagus nasibnya, ya gak sampai satu malam juga sudah habis," ujar Wijayanto.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, keenam pelaku dijerat pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 sampai 10 tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam) 

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved