Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Senyum Petambak di Balik Merosotnya Produksi Udang

Para petambak udang di pesisir Kecamatan Ketapang dan Sragi kini bisa sedikit tersenyum.

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Tambak udang di Sragi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Para petambak udang di pesisir Kecamatan Ketapang dan Sragi kini bisa sedikit tersenyum.

Pasalnya, harga udang vaname naik 15 persen memasuki akhir November ini.

Namun, senyum para petambak terkendala merosotnya produksi udang karena musim kemarau.

Yanto, petambak di Sragi, mengatakan, saat ini harga udang vaname ukuran 100 ekor per kilogram mencapai Rp 48 ribu.

Sebelumnya hanya Rp 44 ribu.

“Bulan November ini harga udang membaik. Tetapi produksi tambak turun,” kata dia, Kamis (28/11/2019).

Menuju Dipasena Tambak Digital, Jala Tech Luncurkan Tambak Pintar

Laboratorium Mini Disegel Kakam, Petambak Udang Bratasena Minta Bantuan Hukum ke LBH

Menurut Yanto, kemarau panjang membuat produksi tambak tidak bisa maksimal karena pasokan air yang tidak optimal ke tambak.

Menurutnya, turunnya produksi udang juga ditengarai yang membuat harga naik.

“Hukum pasar. Kalau pasokan udang berkurang, pasti harga akan terdongkrak naik,” ujar dia.

Iyan, petambak udang lainnya, mengatakan, harga udang belum setinggi seperti akhir tahun lalu.

Pada akhir 2018 lalu, harga udang ukuran 100 ekor per kilogram mencapai Rp 53 ribu.

“Tapi ini trennya naik. Semoga sampai akhir tahun akan terus naik  harganya,” tandasnya.

Wilayah pesisir pantai timur Ketapang, Sragi, dan Bakauheni banyak terdapat tambak udang, baik yang dikelola perusahaan maupun milik masyarakat. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved