Tribun Lampung Tengah

Modus Pria di Lamteng, Cabuli Pacar 3 Kali Kemudian Dijual ke 10 Lelaki, Segini Pendapatannya

Modusnya pun hampir sama, yakni korban yang masih berusia di bawah umur dipacari lalu dicabuli kemudian ditawarkan ke lelaki hidung belang.

Modus Pria di Lamteng, Cabuli Pacar 3 Kali Kemudian Dijual ke 10 Lelaki, Segini Pendapatannya
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Modus Pria di Lamteng, Cabuli Pacar 3 Kali Kemudian Dijual ke 10 Lelaki, Segini Pendapatannya. 

"Dia mengancam saya kalau saya bilang-bilang ke orang lain," kata dia.

Pelaku juga tidak pernah bilang kepada dirinya jika ia dijajakan kepada lelaki hidung belang. 

Pelaku menggunakan modus, mengenalkan korban kepada teman-temennya dan ngobrol-ngobrol saja.

"Ternyata dia bukan mengenalkan saya ke teman tapi justru saya ditawarkan kepada orang-orang itu. Saya pernah mau menolak, tapi ada salah satu orangnya ngomong ke saya kalau sudah kasih uang ke dia (In)," terangnya.

Korban berharap, dengan melaporkan pelaku ke polisi bisa membuat dirinya jauh dari pelaku.

Karena atas perbuatannya itu, Bunga mengaku trauma dan takut.

Hukuman Berat

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah sebut perbuatan pelaku penjualan anak sudah masuk dalam kategori berat.

Untuk itu, LPA berharap pelaku bisa ditambahi hukuman berupa suntik kebiri kimia.

Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono mengatakan, aksi perbuatan In sudah sangat meresahkan dan merusak masa depan anak, khusunya di Lampung Tengah.

Untuk itu pihaknya berharap, pelaku dapat dijatuhi hukuman yang berat.

Sehingga tidak ada lagi korban atau anak-anak di bawah umur yang menjadi korban.

"Jaksa dan hakim harus berani menuntut dan memvonis dengan tuntutan maksimal terhadap para predator anak. Kalau perlu, harus ada hukuman kepada pelakunya yakni berupa kebiri kimia," tegasnya.

Cari Mangsa Siswi SMP untuk Dijadikan Pacar, Pria di Lampung Ini Sembunyikan Niat Busuk

Eko melanjutkan, perlu peran serta seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk bisa menekan angka kejahatan seksual terhadap korban anak.

Karena jika hanya mengandalkan pihak kepolisian, sulit kasus serupa dapat diungkap.

"Polisi harus mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang-nya (TPPO). Karena ini kasus yang langka dan susah terungkap. LPA sangat mengapresiasi kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut," terang Eko Yuwono.(tribunlampung.co.id/syamsir alam)

Editor: Noval Andriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved