Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Kena Dampak Kemarau Panjang, Produksi Padi di Lamsel Tak Capai Target 2019

Realisasi produksi padi di kabupaten Lampung Selatan untuk tahun 2019 ini dipastikan akan mengalami penurunan dari target yang ditetapkan.

tribunlampung.co.id/dedi sutomo
Kena Dampak Kemarau Panjang, Produksi Padi di Lamsel Tak Capai Target 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Realisasi produksi padi di kabupaten Lampung Selatan untuk tahun 2019 ini dipastikan akan mengalami penurunan dari target yang ditetapkan.

Ini imbas dari kemarau panjang yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Mugiono sampai dengan awal Desember ini luas panen sekitar 98 ribu hektar dengan tingkat hasil produksi rata-rata 5,2 ton perhektar.

Sementara target tanam pada tahun 2019 ini mencapai 108 ribu hektar.

“Kalau dari target memang menurun. Sampai dengan Desember ini luasan panen kita baru 98 ribu hektar. Padahal target kita diharapkan bisa mencapai 108 ribu hektar,” kata dia kepada tribun, senin (2/12).

Mugi mengatakan kemarau panjang tahun ini menjadi kendala untuk bisa mengoptimalkan tanam.

Hasil Panen Padi di Ketapang Turun 60 Persen Akibat Kemarau Panjang

“Sebenarnya, kita masih cukup baik. Karena tertolong dengan adanya sumur sibel (sumur bor dangkal). Sehingga petani di beberapa daerah tetap bisa tanam,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk musim tanam rendeng (penghujan) akhir tahun ini pun diperkirakan akan mundur pada awal bulan Januari 2020 mendatang.

Karena berdasarkan prediksi BMKG, hujan baru akan mulai rata pada minggu kedua bulan Desember ini.

“Sebenarnya petani kita saat ini sudah mulai semai. Karena memang sudah ada beberapa kali hujan,” kata Mugi.

Zaiful Bokhari Buka Acara Panen Raya Padi oleh Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah

Untuk tahun 2020 mendatang, lanjutnya, target luasan tanam mencapai 103 ribu hektar.

Dirinya berharap kondisi cuaca pada tahun 2020 mendatang akan lebih bersahabat untuk petani mengoptimalkan tanam.

“Kalau dari prediksi BMKG, musim penghujan nantinya akan lebih singkat. Tapi kita tidak tahu apakah kemaraunya merupakan kemarau basah atau kemarau kering. Jika kemarau basah, artinya tetap akan ada turun hujan meski intensitasnya jarang,” terangnya.(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved