Breaking News:

Penggelapan Dana Nasabah

Begini Penjelasan Dinas Koperasi Lamsel soal Izin BMT Dana Mulya Syariah

Perubahan dari Badan Hukum kelembagaan koperasi/BMT mengalami perubahan pada tahun 2015.

tribunlampung.co.id/dedi sutomo
Kantor BMT Dana Mulya Syariah di Lamsel Sudah Tutup Sejak Lama, Ada Tulisan Disewakan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalianda I Ketut Sukerta mengatakan secara badan hukum BMT Dana Mulya Syariah (DMS) tercatat memiliki badan hukum reski sejak tahun 2013.

Perubahan dari Badan Hukum kelembagaan koperasi/BMT mengalami perubahan pada tahun 2015.

“Izin pendiriannya/BH-nya tahun 2013. Sempat melakukan perubahan anggaran dasar (AD) BMT di tahun 2015. BMT ini memiliki kantor pusat di kecamatan Candipuro,” kata dia kepada tribun, selasa (3/12).

Ketut menambahkan, sejak pertengahan tahun 2018 lalu BMT DMS ini sudah masuk dalam pantauan Dinas. Karena sempat ada laporan dari nasabah terkait persoalan simpanan.

Namun sejak beberapa bulan terakhir, kepengurusan BMT ini sudah sulit untuk dihubungi. Sementara kantor mereka yang ada di Kalianda pun tidak beroperasi lagi.

“Kita pun telah mencoba menghubungi pihak pengelola. Tetapi memang sulit untuk dihubungi saat ini. Karenanya kepada nasabah yang mendatangi dinas, kita sarankan untuk melapor ke pihak berwajib  (kepolisian) terkait persoalan tabungan mereka di BMT tersebut,” terang dirinya.

Suheri Menangis saat Lihat Kantor BMT Dana Mulya Syariah Tutup: Uang Saya Rp 100 Juta Hilang

Sementara itu terpisah kasat reskrim Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi Tri Maradona mengatakan pihaknya belum menerima pelimpahan berkas laporan dari nasabah BMT DMS yang melapor ke Polda Lampung.

“Kita belum menerima pelimpahannya. Biasanya polda melaksanakan pemeriksaan awal dan diteliti. Setelah itu mungkin baru akan dilimpahkan kepada kita (polres),” kata dia.

Diketahui 9 nasabah BMT DMS mendatangi Polda Lampung. Mereka mengadukan pengelola BMT DMS. Pasalnya dana deposito, serta bagi hasil yang mengalami kemacetan. Para nasabah menduka ada penggelapan dana milik mereka yang disimpan di BMT tersebut.

Nur Salim, warga asal Katibung mengatakan dugaan ada penggelapan ini bermula pada bulan Juli 2017, saat ada penggusuran lahan tol. Saat itu, dana ganti rugi lahan yang terkena tol belum lagi cair.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved