Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Lihat Jalan Mulus Baru Selesai Dibangun, Wakil Ketua DPRD Lamsel Malah Geram, Ini Penyebabnya

Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Agus Sutanto geram saat melihat proyek pembangunan ruas jalan.

tribunlampung.co.id/dedi sutomo
Lihat Jalan Mulus Baru Selesai Dibangun, Wakil Ketua DPRD Lamsel Malah Geram, Ini Penyebabnya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Agus Sutanto geram saat melihat proyek pembangunan ruas jalan yang menghubungkan antar desa Banyumas – Beringin Kencana di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Sabtu (7/12/2019).

Bersama anggota Komisi III DPRD Lamsel Edi Waluyo, Agus Sutanto mendapati ruas jalan di daerah tersebut terlihat telah rusak di beberapa titik.

Padahal, ruas jalan tersebut diperbaiki menggunakan dana dari APBD 2019.

Tak hanya itu, Agus Sutanto juga tak melihat adanya papan plang proyek di lokasi tersebut, sedangkan proyek pembangunan jalan itu baru saja dikerjakan.

“Kalau melihat kondisi jalan yang baru diperbaiki, tetapi di beberapa titik sudah kembali rusak, indikasinya kualitas perbaikannya rendah,” tegas Agus Sutanto, Minggu (8/12/2019).

Politisi Partai Golkar ini meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan untuk melakukan pengawasan yang benar dan ketat.

Begini Penjelasan Dinas Koperasi Lamsel soal Izin BMT Dana Mulya Syariah

Sehingga, kata Agus Susanto, kualitas perbaikan benar-benar bisa memenuhi standar seperti yang diharapkan rakyat.

Agus Susanto memastikan, jika ia telah menyampaikan temuan lapangan tersebut langsung ke Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

“Temuan ini sudah kami sampaikan ke bapak Plt Bupati (Nanang). Harapannya beliau bisa mengevaluasi hasil dari pembangunan jalan daerah ruas Banyumas – Beringin Kencana,” ujar Agus Susanto.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo Sambangi Pulau Rimau Balak, Bagikan Sepatu ke Siswa SD

Sementara Edi Waluyo mengatakan, dalam waktu dekat Komisi III berencana memanggil Dinas PUPR Lamsel untuk rapat dengar pendapat alias hearing, termasuk juga rekanan yang mengerjakan jalan daerah tersebut.

“Nanti kami akan panggil Dinas PUPR, kami mau minta penjelasan terkait dengan pengawasan pelaksanaan proyek tersebut,” ujar Edi Waluyo.

Karena menurut Edi Waluyo, bisa saja kasus yang sama juga terjadi pada pembangunan proyek infrastruktur daerah yang lainnya. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved