Atap Bocor dan Dinding Retak, Pembangunan RSUD Pringsewu Ternyata Dikorupsi

sekitar lima tahun lalu bangunan gedung rawat inap kelas III RSUD Pringsewu ini sempat menjadi perhatian DPRD setempat

Atap Bocor dan Dinding Retak, Pembangunan RSUD Pringsewu Ternyata Dikorupsi
Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan
Ruang rawat inap RSUD Pringsewu yang tak terpakai 

Ketika itu, DPRD Pringsewu sempat memanggil pihak rumah sakit dan rekanan supaya bertanggungjawab dengan melakukan perbaikan.

Rugi Rp 717 Juta

Atas dugaan korupsi ini, Kejari menyebut, kerugian negara sebesar Rp 717 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Asep Sontani Sunarya mengaku, untuk penangan pidana korupsi khususnya proyek konstruksi memerlukan waktu yang cukup panjang.

Pihaknya memerlukan orang yang ahli untuk menilai kualitas kontruksinya.

Kemudian pihak yang ahli untuk menghitung kerugiannya, dalam hal ini BPKP.

"Saat ini rangkaian proses dari penyelidikan dan penyidikan sudah ada hasil," ungkapnya.

Setelah penetapan tersangka, pihaknya akan melakukan penyidikan khusus terhadap kedua tersangka tersebut.

Terkait apakah kedua tersangka ditahan atau tidak, Asep mengatakan, diserahkan kepada penyidik.

"Untuk penahanan, ini adalah subjektifitas dari penyidik," ungkap dia.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved