Breaking News:

Tribun Metro

Antisipasi Produk Berbahaya, Disdag Janji Inspeksi ke Pusat Perbelanjaan

Dinas Perdagangan (Disdag) akan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat penjualan terkait peredaran barang berbahaya.

TribunLampung/Eka Ahmad
ILUSTRASI 

Antisipasi Produk Berbahaya, Disdag Janji Inspeksi ke Pusat Perbelanjaan

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Perdagangan (Disdag) akan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat penjualan terkait peredaran barang berbahaya.

Kabid Perdagangan Disdag Kota Metro Alfajar Nasution mengatakan, kemungkinan ada produk-produk makanan berbahaya yang dijual atau beredar di wilayah Bumi Sai Wawai. Karenanya diperlukan pengecekan.

Sebelum Resmikan Tol Terpeka, Jokowi Sidak ke RSUDAM Cek Pelayanan Ini

"Kemungkinan itu ada saja dijual secara bebas di pasaran. Jadi kita akan rutin lakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan untuk meminimalisir peredaran barang berbahaya," ujarnya mewakili Kepala Dinas, Kamis (12/11).

Dijelaskannya, sejumlah produk berbahaya beragam. Seperti krim pemutih, obat muka, obat-obatan kecantikan, bahan makanan, dan lainnya. Kemudian barang-barang bersubsidi yang dijual melebihi harga eceran.

"Bisa juga minuman keras (miras) yang melebihi standar ketentuan dan dilarang dijual. Jadi bukan cuma barang berbahaya atau kedaluwarsa saja, tapi yang menyalahi ketentuan juga. Makanya nanti kita akan cek," tukasnya.

Ia mencontohkan, seperti gas elpiji ukuran 3 kg yang tidak tepat sasaran. Dimana banyak digunakan oleh masyarakat yang sebenarnya mampu. Padahal sejatinya subsidi pemerintah untuk masyarakat tidak mampu.

Karena itu, perlu pengawasan yang intensif mengenai penjualan gas bersubsidi. "Gas ini kan untuk rakyat miskin, seharusnya benar-benar dijual dengan harga sebenarnya. Kami akan konsultasikan ke Kemendagri terutama perihal pengawasan bagaimana," tuntasnya.

Rutin Pengecekan

Komisi I DPRD Kota Metro meminta pemerintah rutin melakukan pemeriksaan dan pengecekan barang yang keluar masuk atau beredar di Bumi Sai Wawai.

"Itu memang harus dilakukan sebagai deteksi dini atau mencegah peredaran barang berbahaya. Bisa lintas koordinasi antar dinas bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk turun ke lapangan," beber Ketua Komisi I Basuki.

Sidak ke RSUDAM, Presiden RI Jokowi Pastikan Program BPJS Sampai ke Masyarakat

Ia meminta, pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hari raya, namun setiap waktu untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. "Pemeriksaan juga dilakukan kepada rumah kos, tidak hanya barang. Ini untuk kebaikan Metro," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved