Tribun Bandar Lampung

Dituntut 20 Tahun Penjara, Bos Angkot Ini Diduga Terlibat Peredaran 41,6 Kg Sabu

Kembali berulah, bos angkot Jefri Susandi (41) tak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Dituntut 20 Tahun Penjara, Bos Angkot Ini Diduga Terlibat Peredaran 41,6 Kg Sabu
Tribunlampung.co.id/Hanif
Jefri Susandi (kedua kanan), pengusaha angkot yang jadi bandar sabu, saat dihadirkan dalam ekspose di kantor BNNP Lampung, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kembali berulah, bos angkot Jefri Susandi (41) tak hadir dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Alhasil, Jefri Susandi menjalani sidang tuntutan tanpa harus hadir dalam persidangan.

Jefri kembali menjadi tersangka setelah berusaha memasukkan sabu seberat 41,6 kilogram untuk disebar di Lampung.

Jaksa penuntut umum (JPU) Roosman Yusa mengatakan, terdakwa Jefri terbukti bersalah sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dituntut 20 tahun penjara, dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan," kata Yusa, Rabu (11/12/2019).

Meski terdakwa tidak hadir lantaran sedang dipinjam oleh BNNP Lampung karena terlibat perkara pengungkapan 41,6 kilogram sabu asal Aceh, terus Yusa, sidang tetap dilanjutkan.

Transaksi di RSUAM, Sabu 41 Kg Diatur Napi Lapas Way Huwi

BREAKING NEWS - Sosok Kontroversi Jefri Susandi, Bandar Sabu dan Pengusaha Angkot yang Rajin Ibadah

"Tuntutan tetap dibacakan, karena sudah atas persetujuan penasihat hukum terdakwa Jefri," tandasnya.

Persidangan ini turut diagendakan pembacaan tuntutan tiga terdakwa lain.

Mereka adalah Zawil Qiram (22), warga Lhokseumawe, Aceh; Silman Abdullah (30), warga Lhokseumawe, Aceh; dan Heri Irawan (38), warga Telukbetung, Bandar Lampung

Ketiganya dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Dalam perkara ini, keempat terdakwa berusaha menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 7,25 kilogram dari Aceh ke Lampung.

Namun belum sempat ampai diedarkan, para kurir ditangkap oleh BNNP Lampung, Jumat (9/8/2019).

Dari hasil pengembangan, peredaran sabu ini dikendalikan oleh Jefri Susandi (41), warga Perumahan Cigadung, Kecamatan Tanjungkarang, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved