Ibu Tiri Bakar Tangan Anak di Pesawaran

Kronologis Ibu Tiri Panggang Tangan Anak, Polisi Sebut Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, Putri Indah Lestari (24), terancam hukuman 10 tahun penjara.

Kronologis Ibu Tiri Panggang Tangan Anak, Polisi Sebut Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Kronologis Ibu Tiri Panggang Tangan Anak, Polisi Sebut Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara. 

Putri Indah Lestari pun murka dan memukul AM pakai sapu.

Tak berhenti sampai di situ, Putri Indah Lestari memanggang kedua Tangan AM di atas kompor yang menyala.

Saat Tangannya terpanggang di atas kompor yang menyala, AM mengakui telah mengadu kepada ayahnya.

Sembari menangis, AM menyampaikan minta maaf kepada ibu tirinya itu.

"Dia (AM) ngaku (telah mengadu), tetapi tidak menyampaikan terkait hal apa yang diadukan," kata Putri Indah Lestari.

Menurut Putri Indah Lestari, tindakannya memanggang Tangan AM baru sekali dilakukan.

Namun demikian, Putri Indah Lestari mengaku kerap memukuli AM.

Tak sekali ataupun dua kali, Putri Indah Lestari bahkan sudah lima kali memukul AM, dalam waktu yang berbeda.

Putri Indah Lestari mengaku, melakukan pemukulan terhadap AM semata-mata karena melampiaskan kekesalannya kepada sang suami yang juga kerap memukulinya.

"Saya kadang sering dipukuli suami," tutur Putri Indah Lestari.

Putri Indah Lestari menjelaskan, cekcok dengan sang suami hingga berujung pemukulan tersebut karena persoalan anak.

"Terkadang, soal uang juga," ucap Putri Indah Lestari.

Putri Indah Lestari mengaku, selama hidup bersama ayah AM, ia jarang ditinggali uang.

"Kalaupun diberi uang, besarannya pas-pasan," kata Putri Indah Lestari.

Meski kerap dipukuli suaminya, Putri Indah Lestari memilih tidak melapor ke polisi karena tidak diperkenankan oleh keluarga.

Sering dimarahi suami

Kasus ibu tiri yang panggang Tangan anaknya di Pesawaran rupanya karena sang ibu tiri kerap dimarahi oleh sang suami.

Sehingga, sang ibu tiri melampiaskan kekesalannya kepada anak tirinya.

Putri Indah Lestari (24) warga Desa Suka Jaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran mengaku menyesal setelah dihadapkan kepada penyidik Mapolres Pesawaran.

Ibu tiri ini tega memanggang Tangan anaknya AM (10).

Putri Indah Lestari menceritakan awal mula ia tega memanggang Tangan anak tirinya.

Putri Indah Lestari mengatakan, AM nakal dan kerap mengadu kepada ayahnya.

 Ibu Tiri Bakar Tangan Anak di Atas Kompor Menyala, Korban Kesakitan Malah Disuruh ke Laut

Akibatnya Putri Indah Lestari selalu cekcok dengan suaminya, yang tidak lain ayah kandung AM.

Tidak hanya itu, Putri Indah Lestari juga kerap mendapat pemukulan dari ayah AM.

Karena ingin tahu terkait apa yang diadukan AM kepada ayahnya, Putri Indah Lestari berusaha mengorek keterangan dari AM.

"Karena dia (AM) mengadu ke bapaknya, saya tidak tahu dianya ngadu apa. Karena ada yang nyampein ke saya (mengadu)," ujar Putri Indah Lestari saat diwawancarai di Mapolres Pesawaran.

Panggang Tangan Anak Tiri

Seorang ibu tiri bakar Tangan anaknya yang masih berusia 10 tahun.

Kedua Tangan bocah tersebut dibakar di atas kompor menyala.

Aksi sadis itu terjadi di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung.

Pelaku bernama Putri Indah Lestari (24).

Ia tega memanggang Tangan anak tirinya di atas kompor yang menyala.

Cerita ibu tiri sadis tersebut diungkap Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro dalam konferensi pers, Selasa (10/12/2019).

Popon menjelaskan, sebelum Tangan bocah laki-laki itu dibakar, ia terlebih dahulu dianiaya.

 Tangan Bocah 10 Tahun Dibakar di Atas Kompor Menyala, Kepala Dipukuli dan Diseret Ibunya ke Dapur

Putri dijerat dengan pasal 44 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT jo pasal 80 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

"Ancaman hukuman 10 tahun penjara," ungkap Popon.

Dalam perkara tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah kompor gas berwarna hitam, serta sebuah sapu warna pink. (tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan)

Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved