Kasus Ibu Tiri Bakar Tangan Anak di Lampung: Sang Anak Nangis Minta Maaf, Ibu Hanya Bisa Menyesal

Sebelum membakar tangan anaknya, sang ibu tiri lebih dulu memukulinya dengan gagang sapu.

Kasus Ibu Tiri Bakar Tangan Anak di Lampung: Sang Anak Nangis Minta Maaf, Ibu Hanya Bisa Menyesal
Tribun Lampung
Kasus Ibu Tiri Bakar Tangan Anak di Lampung: Sang Anak Nangis Minta Maaf, Ibu Hanya Bisa Menyesal 

Putri Indah Lestari menjelaskan, cekcok dengan sang suami hingga berujung pemukulan tersebut karena persoalan anak.

"Terkadang, soal uang juga," ucap Putri Indah Lestari.

Putri Indah Lestari mengaku, selama hidup bersama ayah AM, ia jarang ditinggali uang.

"Kalaupun diberi uang, besarannya pas-pasan," kata Putri Indah Lestari.

Meski kerap dipukuli suaminya, Putri Indah Lestari memilih tidak melapor ke polisi karena tidak diperkenankan oleh keluarga.

4. Nikah 3 Tahun Lalu dengan Ayah AM 

Putri Indah Lestari menikah dengan ayah AM, sekitar tiga tahun lalu.

Namun saat ini, sang suami telah mengusirnya dari rumah, karena perbuatan Putri Indah Lestari yang tega bakar tangan anaknya.

Putri Indah Lestari mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada suami, serta kepada AM.

"Saya minta maaf," ucap Putri Indah Lestari, Kamis, 12 Desember 2019.

Putri Indah Lestari mengungkapkan, saat menikah dengan ayah AM, ia sedang mengandung sekitar 7 bulan.

Kini, usia anaknya tersebut sudah 3 tahun.

Kemudian, lanjut Putri Indah Lestari, ia dikarunai seorang anak hasil pernikahannya dengan ayah AM dan saat ini usianya baru 11 bulan.

Dengan demikian, selama menjalani masa tahanan atas perbuatannya memanggang Tangan AM, Putri Indah Lestari meninggalkan seorang anak usia 11 bulan dan satu lagi usia 3 tahun serta AM sendiri.

"Anak-anak sama keluarga suami saya," ucap Putri Indah Lestari.

5. Terancam 10 Tahun Penjara

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, Putri Indah Lestari (24), terancam hukuman 10 tahun penjara.

Ibu tiri yang panggang tangan anaknya itu dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor: 23 Tahun 2004 tentang KDRT, Jo Pasal 80 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan ke 2 atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

"Ancaman hukuman 10 tahun penjara," ungkap Popon.

Popon Ardianto Sunggoro pun menjelaskan kronologis Putri Indah Lestari, ibu tiri asal Pesawaran hingga tega panggang Tangan anaknya, AM (10).

"Peristiwa itu terjadi Jumat, 20 November 2019 sekira pukul 20.00 WIB," ungkap Popon Ardianto Sunggoro.

Popon Ardianto Sunggoro menceritakan, awalnya tersangka memukul kepala korban sebanyak dua kali.

 Tega Panggang Tangan Anak Tirinya, Ibu Tiri di Pesawaran Diusir Suami dan Kini Mendekam di Bui

Tersangka, kata Popon Ardianto Sunggoro, memukul menggunakan gagang sapu yang terbuat dari kayu.

Pelaku lalu seret korban ke dapur dengan kedua Tangannya.

"Tangan kanan korban lalu dipanggang di atas kompor yang menyala."

"Setelah itu, bergantian kedua Tangan pelaku memegang Tangan kiri korban, lalu dipanggangnya juga di atas kompor yang menyala," beber Popon Ardianto Sunggoro.

Setelah itu, lanjut Popon Ardianto Sunggoro, pelaku meninggalkan korban dalam kondisi menangis karena kesakitan.

Kedua Tangan bocah itu melepuh akibat mengalami luka bakar serius.

Namun, pelaku menyuruh korban merendam kedua Tangannya ke dalam air laut.

 Tega Panggang Tangan Anak Tirinya, Ibu Tiri di Pesawaran Diusir Suami dan Kini Mendekam di Bui

Peristiwa itu dilaporkan ke Mapolres Pesawaran dengan Nomor Laporan LP/B-921/XI/2019/Polda Lampung/Res Pesawaran tanggal 20 November 2019.

Kini, sang ibu tiriPutri Indah Lestari kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Pesawaran.

Dalam perkara tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah kompor gas berwarna hitam, serta sebuah sapu warna pink. 

(tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan)

Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved