Tribun Tulangbawang

Tuba Raih Rekor MURI untuk Penyaluran Dana UMKM

Program Kreatif Mandiri Bergerak Melayani Warga (BMW) gagasan Bupati Tulangbawang Winarti meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia

Tuba Raih Rekor MURI untuk Penyaluran Dana UMKM
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN
PENGHARGAAN - Bupati Winarti menerima penghargaan rekor MURI atas upaya memberi bantuan dana terbanyak untuk program pengembangan UMKM 

Tuba Raih Rekor MURI untuk Penyaluran Dana UMKM

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Program Kreatif Mandiri Bergerak Melayani Warga (BMW) gagasan Bupati Tulangbawang Winarti meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas upaya memberikan bantuan dana terbanyak untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Winarti menjelaskan, konsep dasar pembangunan Tuba adalah membangkitkan perekoniman masyarakat serta sosial, dan budaya.

Sentral Buah Naga Jadi Agrowisata di Tulangbawang, Bupati Winarti: Kita Bangun Tugu Rest Area

"Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai persoalan dan tantangan perlu dijawab dengan suatu terobosan baru (kreatif), kesejahteraan masyarakat kampung dapat tercapai jika ditopang dengan kemandirian. Terutama kemandirian ekonomi, disinilah peran Program Kreatif Mandiri Bergerak Melayani Warga (BMW)," ujarnya, di sela-sela festival usaha ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif di Lapangan Kampung Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, Selasa (17/12).

Menurut dia, tujuan program tersebut untuk memberdayakan kelompok masyarakat tiap kampung lewat Kelompok Pengajian Muslimat, Kelompok Wanita Kreatif Mandiri,dan Kelompok Karang Taruna.

Sehingga masyarakat dapat berperan aktif dalam setiap proses pembangunan daerah dengan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Kreatif Mandiri BMW senilai Rp 20 juta per kelompok tiap kampung.

Kampung Rejosari, Kecamatan Penawartama memamerkan hasil ekonomi kreatif berupa olahan buah naga dalam festival seputar UMKM tersebut.

Di kampung tersebut kelompok wanita kreatif mengolah buah naga menjadi panganan berupa dodol buah naga.

Dengan inovasi tersebut terjadi peningkatan nilai jual dari dodol. Jika buah naga perkilo di jual Rp15 ribu per kilogram, namun dengan olahan tersebut meningkat menjadi dua kali lipat.

"Kita mengolah buah naga menjadi dodol perkilonya membutuhkan modal Rp50 ribu. Ketika sudah diolah menjadi dodol buah naga, kita bisa mendapatkan keuntungan Rp15 ribu. Jadi lumayan kan kami di kampung ada kegiatan dan tambahan uang belanja. Bantu-bantu suami," kata Novitasari, peserta pameran.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved