Breaking News:

Tribun Metro

Pasca Penemuan 1,3 Ton Boraks, DPRD Metro Imbau Pemkot Rutin Sidak di Pusat Penjualan

Pasca Penemuan 1,3 Ton Boraks, DPRD Metro Imbau Pemkot Rutin Sidak di Pusat Penjualan.

Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Subhan, Ketua Komisi III DPRD (kiri) 

Pasca Penemuan 1,3 Ton Boraks, DPRD Imbau Pemkot Rutin Sidak di Pusat Penjualan

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pasca Penemuan 1,3 Ton Boraks, DPRD Imbau Pemkot Rutin Sidak di Pusat Penjualan. 
Komisi III DPRD Metro meminta Dinas Perdagangan (Disdag) dan Satpol PP rutin melakukan pengawasan di lapangan, menyusul adanya temuan 1,3 ton boraks.

"Temuan boraks (bleng) 1,3 ton beberapa waktu lalu itu bukan main-main. Ini membuktikan bahwa boraks ini setiap saat ada di pasar. Jadi harus menjadi perhatian serius," tegas Ketua Komisi III DPRD Metro Subhan, Senin (23/12).

BREAKING NEWS - Sidak Pasar, Tim Satgas Pangan Temukan Minuman Siap Seduh Kedaluwarsa di Pasar Smep

Dijelaskannya, sanksi tegas juga harus diberikan kepada pedagang yang kedapatan menjual barang tersebut. Apalagi boraks memang telah dinyatakan cukup membahayakan bagi kesehatan badan jika dikonsumsi.

"Boraks ini kan digunakan untuk bahan pengawet mayat, tapi digunakan untuk makanan. Jelas ini berbahaya sekali dan harus diberi sanksi tegas bagi yang menjualnya. Supaya jangan terulang lagi," bebernya.

Karenanya, pengawasan harus rutin dilakukan bersama dinas terkait. Seperti Dinas Pasar dan Satpol PP untuk terus melakukan pengawasan dan turun ke lapangan.

Diketahui, Disdag bersama tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pusat penjualan di Bumi Sai Wawai. Dalam operasi tersebut tim menemukan sebanyak 1,3 ton lebih boraks (bleng) yang dijual di pasaran.

"Dari hasil temuan kita kemarin, kita lakukan sidak lagi ke sejumlah swalayan dan minimarket," terang Kepala Disdag Kota Metro LM Hutabarat melalui Kabid Perdagangan Alfajar Nasution, Senin (9/12).

Ia mengatakan, dalam sidak tidak ditemukan sejumlah produk kedaluarsa atau tanpa izin. Namun, Leo meyakini masih terdapat sejumlah toko yang nakal dan menjual boraks. "Karena saat kita sidak, ada yang berusaha menyembunyikan. Tapi karena kita tahu, langsung kita hentikan," tuntasnya.

Cek Produk Kedaluwarsa

Kabid Perdagangan Disdag Kota Metro Alfajar Nasution berjanji akan mengecek peredaran produk makanan berbahaya yang dijual atau beredar di wilayah Bumi Sai Wawai.

"Kemungkinan itu ada saja dijual secara bebas di pasaran. Jadi kita akan rutin lakukan pengawasan dan pemantauan di lapangan untuk meminimalisir peredaran barang berbahaya," ujarnya.

Anggota Dewan Sidak Pasar Smep, Progres Pembangunan Baru 24 Persen

Dijelaskannya, sejumlah produk berbahaya beragam. Seperti krim pemutih, obat muka, obat-obatan kecantikan, bahan makanan, dan lainnya. Kemudian barang-barang bersubsidi yang dijual melebihi harga eceran.

"Bisa juga minuman keras (miras) yang melebihi standar ketentuan dan dilarang dijual. Jadi bukan cuma barang berbahaya atau kedaluwarsa saja, tapi yang menyalahi ketentuan juga. Makanya nanti kita akan cek," tukasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved