Dendi: Kemajemukan adalah Kekayaan yang Patut Disyukuri

Dendi menjelaskan, Pesawaran memiliki keberagaman dinamika kehidupan yang meliputi agama, suku bangsa, bahasa, dan budaya.

Dok Humas Pemkab Pesawaran
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberi sambutan saat membuka Musyawarah Daerah III Forum Kerukunan Umat Beragama di aula Kantor Kemenag Kabupaten Pesawaran, Kamis (26/12/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GEDONG TATAAN - Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Musyawarah Daerah III Forum Kerukunan Umat Beragama di aula Kantor Kemenag Kabupaten Pesawaran, Kamis (26/12/2019).

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, musda merupakan sarana untuk menyukseskan keputusan lembaga mengingat tiga hal yang mendasar, yakni laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, penyusunan program organisasi untuk lima tahun ke depan, dan pemilihan pengurus.

"Program-program yang telah diamanatkan oleh lembaga akan dapat terlaksana dengan baik dan secara otomatis FKUB akan mampu menyelesaikan tugas-tugas organisasi secara cepat dan tepat sasaran," jelas Dendi dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id.

Dendi menjelaskan, Pesawaran memiliki keberagaman dinamika kehidupan yang meliputi agama, suku bangsa, bahasa, dan budaya.

Kemajemukan tersebut pada prinsipnya merupakan suatu potensi kekayaan yang patut disyukuri bersama.

Bupati Dendi Ramadhona Targetkan Pesawaran Jadi Lumbung Ternak Unggul di Lampung

Dinas PPPA Pesawaran Datangkan Psikolog Atasi Trauma Korban Perkosaan 8 Pemuda

Kendati demikian, kata dia, potensi tersebut juga bisa berubah menjadi sebuah kerawanan dan menjadi faktor pemicu munculnya konflik sosial manakala tidak kita jaga dan kelola dengan baik.

"Inilah peran penting tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan karena di tengah-tengah kehidupan masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dihargai dan mampu mendorong anggota masyarakat untuk berbuat baik," tandasnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar kehidupan beragama dapat diarahkan untuk terwujudnya tatanan kehidupan beragama yang harmonis dalam rangka terciptanya suasana kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan saling menghormati.

Kendati demikian, ia juga mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya gesekan sosial maupun konflik keagamaan harus terus kita bangun.

Sebab, Dalam setiap kejadian dalam konflik sosial, agama seringkali dijadikan sebagai pemicunya.

Dendi menyebut, FKUB bisa menjadi sarana saling bertukar pikiran dan sarana memberikan masukan yang positif terhadap penyelenggaraan kehidupan beragama di Kabupaten Pesawaran.

Selain itu, FKUB juga bisa dimanfaatkan untuk memperkokoh persaudaraan umat beragama di Pesawaran yang selama ini telah terbina dengan baik.

Maka dari itu ia berharap, pelaksanaan Musda FKUB kali ini, dapat merumuskan langkah strategis bagi kemajuan umat serta pembangunan daerah khususnya Kabupaten Pesawaran.

"Sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat. Mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah tanggungjawab kita bersama, termasuk FKUB. Dan untuk mewujudkan hal itu, perlu dibangun hubungan relasi yang positif serta tatanan kehidupan beragama yang rukun  dan damai," pungkasnya.(tribunlampung.co.id/kiki adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved