Pencabulan di Pesawaran

Kejahatan Seksual Anak Dipicu Konten Pornografi di Ponsel

Maraknya konten pornografi di ponsel menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Kejahatan Seksual Anak Dipicu Konten Pornografi di Ponsel
Tribun Lampung/Kiki
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait (jas hitam) di Mapolres Pesawaran, Jumat (27/12/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GEDONG TATAAN - Maraknya konten pornografi di ponsel menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

"Tontonan-tontonan yang tidak layak di dunia maya yang bisa diakses oleh siapa saja melalui gadget menjadi faktor penyebab tindakan kejahatan seksual," ungkap Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di Mapolres Pesawaran, Jumat (27/12/2019).

Hal itu dikatakan Arist terkait aksi pencabulan yang dialami bocah perempuan di Pesawaran.

Gadis 16 tahun itu diperkosa secara bergilir oleh delapan pria di sebuah rumah kosong.

Arist menuturkan, rendahnya tingkat pendidikan dan pendampingan orangtua juga memengaruhi tindak kejahatan seksual.

Komnas Anak: Banyak Pelaku Kejahatan Seksual Anak-anak Belasan Tahun

BREAKING NEWS - Kronologi Gadis Muda di Pesawaran Disekap Lalu Dipaksa Layani 8 Pemuda

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau perlu adanya satu gerakan perlindungan anak berbasis masyarakat.

"Jadi peran masyarakat harus hadir untuk melindungi anak. Bisa melibatkan karang taruna, ibu-ibu pengajian, tokoh agama, dan sebagainya," jelasnya.

Kasus pencabulan menjadi momok anak-anak di bawah umur.

Sepanjang 2019 saja, tercatat sebanyak 2.726 kasus tindak kejahatan terhadap anak terjadi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait saat berkunjung ke Polres Pesawaran, Jumat (27/12/2019).

Halaman
123
Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved