Tribun Lampung Selatan

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Level II Waspada, Warga Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer

Pada Minggu (29/12/2019), sekira pukul 05.29 WIB, GAK yang berada di tengah laut Selat Sunda itu sempat mengalami erupsi.

KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Level II Waspada, Warga Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer. 

Terutama di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa.

Pascaerupsi, ketinggian Gunung Anak Krakatau yang semula 310 mdpl, kini terpangkas menjadi 157 mdpl.

Saat itu, sebagian badan gunung longsor ke laut sehingga memicu tsunami.

Gunung Krakatau memiliki sejarah letusan dahsyat pada 1883 silam.

Sebagian besar badan gunung yang memiliki tiga puncak kala itu habis dan memicu terjadinya tsunami besar di Selat Sunda.

Pada tahun 1927, muncul gunung baru yang kini dinamai Gunung Anak Krakatau di permukaan Selat Sunda.

Dua Kali Meletus pada Agustus 2019

Aktivitas Gunung anak Krakatau (GAK) yang berada di selat Sunda terpantau normal.

Tetapi masih terpantau adanya gempa hembusan dan gempa mikro tremor.

Menurut penanggungjawab pos pantau GAK di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi.

Dari data magma VAR (vulcano activity report) masih tercatat adanya gempa hembusan sebanyak 24 kali dengan amplitudo 15-40 mm dan durasi 12-22 detik.

Juga termati adanya gemp vulkanik dangkal sebanyak 1 kali dengan amplitudo 8 mm dengan durasi 5 detik.

Dan untuk gempa mikro tremor (tremor menerus) termatai dengan amplitudo 2-40 mm (dominan 20 mm).

“Kalau untuk GAK aktivitasnya masih seperti sebelumnya. Masih berfluktuatif,” terang Andi kepada Tribun, Kamis (29/8).

Dirinya mengatakan hingga kini status gunung api yang kini memiliki ketinggian 157 mdpl  itu berada pada level  II waspada.

Di mana, para pengunjung dan juga nelayan dilarang mendekati gunung dalam radius 2 kilometer.

GAK sendiri sempat mengalami erupsi besar pada bulan Desember 2018 silam.

Dimana sebagian badan GAK longsor ke laut dan memicu terjadinya tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, yang meluluhlantahkan sebagian pesisir Banten dan Lampung Selatan.(tribunlampung/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved