Tribun Metro

Petugas Kaum Asal Yosomulyo Kota Metro Dua Tahun Tidak Terima Insentif Pemkot

Petugas kaum guru mengaji dan marbot di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat hingga kini belum menerima dana insentif dari Pemkot Metro.

Tribunlampung/Hanif
pembagian insentif rt ILUSTRASI 

Petugas Kaum Asal Yosomulyo Kota Metro Dua Tahun Tidak Terima Insentif Pemkot

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Petugas kaum guru mengaji dan marbot di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat hingga kini belum menerima dana insentif dari Pemkot Metro.
Guru mengaji RH (50) mengaku tidak lagi mendapatkan insentif tersebut tanpa ada alasan konkret dari pihak kelurahan.

"Saya tidak pernah lagi mendapatkan dana kaum ini sejak dua tahun terakhir. Tidak ada penjelasan dari pihak Kelurahan Yosomulyo," katanya di kediamannya, Minggu (29/12).

7 Ribu Lebih Guru Honorer di Bandar Lampung Terima Insentif 6 Bulanan Rp 1,3 Juta

Pada 2017 lalu dia menerima insentif Rp 900 ribu. Sementara sejak 2018 hingga akhir 2019 ini tak lagi menerimanya.

Dirinya juga sudah menemui pihak kelurahan terkait insentif tersebut. Namun pihak kelurahan tidak memberikan penjelasan tentang pesoalan tersebut.

Alasannya mereka tidak tahu kenapa dirinya tidak mendapatkan insentif kaum lagi.
Awal Desember lalu dirinya diminta menandatangani surat pertanggungjawaban jawaban (SPj) pencairan dana insentif dari Kelurahan Yosomulyo.

Kabar Gembira, Pemkab Akan Berikan Insentif Guru PAUD dan Naikkan Insentif Guru Honorer

Adapun dana insentif kaum tahun ini lumayan besar Rp 1,2 juta. Sementara Sekretaris Kelurahan Yosomulyo Tri Hartono mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa RH itu tidak lagi mendapat insentif selama dua tahun terakhir.

"Saya juga kurang mengetahui kenapa ibu itu tidak lagi mendapat insentif. Kalau pihak kelurahan telah mengusulkan 10 orang kaum," katanya

Namun pada saat pencarian tersebut Bappeda hanya merealisasikan 9 orang kaum.
Persoalan ini juga pernah dibahas oleh Lurah Yosomulyo bersama perwakilan Kaum beberapa waktu yang lalu.

"Pernah sudah kita bahas dalam kumpulan yang dihadiri Pak Lurah dan perwakilan kaum beserta para guru ngaji," katanya.

Terkait hasilnya dirinya juga belum mengetahui karena pada saat itu dirinya tidak berada di kantor.

Wakil Wali Kota Metro Djohan mengaku dirinya juga kaget dan akan menelusuri polemik tersebut.

"Segera akan ditanyakan terlebih dahulu kepada yang membidanginya. Lebih jelasnya akan saya tanyakan camatnya langsung," katanya

Apalagi, menurtunya, ini menyangkut hak para kaum yang menerima insentif.(byu)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved