Breaking News:

Tribun Metro

Pemkot Metro Rencanakan Pengerukan Aliran Sungai di Kali Bunut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro mencatat sebanyak 200 rumah terkena dampak banjir pada Selasa (31/12) lalu.

Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK PENINJAUAN - Wali Kota Metro Achmad Pairin saat meninjau jembatan perbatasan Metro- Lampung Timur yang kembali rusak akibat hujan deras pada Selasa kemarin. 

Pemkot Metro Rencanakan Pengerukan Aliran Sungai di Kali Bunut

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro mencatat sebanyak 200 rumah terkena dampak banjir pada Selasa (31/12) lalu.

Kepala BPBD Kota Metro Pansuri menjelaskan, banjir yang cukup parah terjadi di Gunung Lawu Yosorejo, Metro Timur dengan ketinggian lebih dari 1 meter. Selebihnya hanya terdampak. "Tapi, air memang langsung surut sekitar dua jam setelah banjir," ujarnya, Kamis (2/1).

Prakiraan BMKG Tidak Akurat Soal Banjir di Jakarta, Anggota DPR: Ini Bukan Pertama Kali

Sementara Wali Kota Achmad Pairin yang meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir mengaku akan menindaklanjuti persoalan banjir yang melanda sejumlah lokasi di Bumi Sai Wawai. Salah satunya wilayah Hadimulyo Barat direncanakan pengerukan aliran sungai.

"Nanti di lokasi mulai perumahan pemda sampai Kali Bunut akan dilakukan pengerukan tanah sungai. Nah untuk wilayah Metro Timur akan kami bahas lebih lanjut. Terutama untuk mencari solusi dalam menangani masalah banjir ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, sejumlah upaya akan dilakukan Pemkot Metro untuk mengatasi musibah banjir di wilayah setempat. "Mudah-mudahan upaya ini nanti bisa menjadi solusi untuk dapat mengatasi musibah banjir ini," ujarnya.

Ketika Nikita Mirzani yang tak Berhenti Sentil Anies Baswedan Soal Banjir Jakarta

Terkait kembali rusaknya jembatan perbatasan Metro Timur dengan Kabupaten Lampung Timur, Pairin mengaku akan menjadi perhatian serius pemerintah dengan menindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi Lampung. "Kami segera laporkan. Karena ini kewenangan pemprov," jelasnya.

Terpisah, Roni warga Kelurahan Tejoagung, Metro Timur, mengaku pada Selasa kemarin ada sekitar sembilan rumah warga yang terendam banjir di wilayahnya. Ia mengaku, setiap tahun lokasi rumahnya memang kerap menjadi langganan banjir.

"Setiap tahun kalau hujan deras pasti tergenang air. Untuk tahun lalu saja kita sudah tiga kali banjir. Bahkan buku-buku anak-anak juga terendam air. Kita selalu was-was kalau sudah musim hujan, apalagi hujan seharian," bebernya.

Karena itu, ia berharap segera ada solusi yang diberikan pemerintah. Sehingga wilayahnya tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved