Tribun Lampung Selatan

Ulat Grayak Serang 5.000 Ha Lahan Jagung di Lampung Selatan

Dari data Dinas TPH Lampung Selatan, sampai awal Januari 2020 luas tanaman jagung yang terindikasi terserang hama ulat grayak mencapai 5.000 hektare.

Ulat Grayak Serang 5.000 Ha Lahan Jagung di Lampung Selatan
Tribun Lampung/Dedi
Tanaman jagung yang terserang hama ulat grayak. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan terus memantau perkembangan serangan hama ulat grayak (spodoptera) pada tanaman jagung.

Dari data Dinas TPH Lampung Selatan, sampai awal Januari 2020 luas tanaman jagung yang terindikasi terserang hama ulat grayak mencapai 5.000 hektare.

“Dari luasan tanam yang mencapai 30.000 hektare, yang terserang ada 5.000 hektare,” kata Kabid Tanaman Pangan Dinas TPH Lampung Selatan Mugiono, Minggu (5/1/2020).

Mugiono menjelaskan, tanaman jagung yang diserang hama ulat grayak berumur antara 10 hari hingga 1 bulan.

Menurut dia, serangan ulat grayak cukup masif dan bisa mengakibatkan gagal panen.

Ratusan Hektare Lahan Jagung di Lampung Tengah Diserang Hama Ulat

Diserang Hama Ulat, Petani Pilih Jual Jagung Muda ke Penggemukan Sapi

Serangan hama ulat grayak terpantau sejak musim tanam kedua pada 2019 lalu.

Tapi, untuk intensitas serangan yang masif terpantau pada musim tanam akhir 2019.

“Sebenarnya pada musim tanam kedua tahun 2019 lalu sudah ada serangan. Tapi sifatnya masih spot-spot,” ujar Mugiono.

Pengendalian grayak, kata Mugiono, agak berbeda dengan hama lainnya.

Untuk ulat grayak, pengendalian menggunakan insektisida harus dilakukan secara berulang.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved