Ikan Paus Mati Terdampar di Lamsel

VIDEO Ada Bangkai Ikan Paus Sepanjang 5 Meter Terdampar di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Warga Pulau Sebesi menemukan Bangkai Ikan Paus terdampar di dekat Pantai Dusun Segenom, Desa Tejang, Lampung Selatan.

Ambergris berbentuk solid seperti lilin dan mudah terbakar.

Zat ini sangat baik digunakan sebagai bahan pembuat parfum.

Sebuah akun twitter @alamayucos memposting satu botol parfum mengandung Ambergris.

Ambergris yang terbuat dari muntahan ikan paus dijual seharga Rp 200 juta/Kg.

Mahalnya harga parfum dari muntahan ikan paus ini karena jadi favorit kalangan selebritis dunia.

Karena wangi Ambergris bertahan lama sehingga harganya pun sangat tinggi.

Harga Miliaran

Seperti dilansir Mirror.co.uk pada Agustus 2016, pasangan dari Lancashire, Inggris, Gary dan Angela pernah menemukan muntahan ikan paus.

Mereka menemukan muntahan paus di pinggiran Pantai Middleton tak jauh dari tempat tinggal mereka sekitar April.

Awalnya Gary-Angela jijik melihat benda lembek dengan bau tak sedap.

"Seperti bau kotoran manusia bercampur dengan muntahan," ujarnya.

Tapi ia menyadari benda itu bukan sekadar kotoran.

Ia kemudian membawanya pulang.

Benda itu rupanya Ambergris seharga 930 pound sterling atau setara hampir Rp 1 miliar rupiah.

Kenapa Ambergris dibanderol dengan harga yang mahal?

Konon, muntahan paus banyak dicari oleh produsen parfum ternama lantaran ambergris mampu menghasilkan wewangian yang dapat bertahan hingga sangat lama.

Untuk memastikan batu lembek dengan bau tak sedap itu adalah muntahan paus, Anda harus mengujinya apakah mudah terbakar atau tidak.

Ikan paus terdampar di Pantai Ujong Kareung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Senin (13/11/2017).
Ikan paus terdampar di Pantai Ujong Kareung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Senin (13/11/2017). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Jika mudah terbakar, kemungkinan itu adalah muntahan paus yang terdampar di pantai.

Setiap paus memiliki ambergris yang berfungsi melindunginya dari memakan-makanan yang tak semestinya dimakan.

Jadi, cobalah kenali ambergris. Karena jika beruntung menemukan muntahan paus, Anda akan menjadi miliarder dadakan.

Ada Fenomena Lain

Dosen kelautan pengasuh mata kuliah Oseanografi dan Istiologi (ilmu tentang ikan) Universitas Bengkulu, Zamdial Sj, saat dihubungi Kompas.com mengatakan tidak ada dalam kebiasaan (habit) ikan paus muntah.

Ikan paus, menurut dia, ada yang memakan ikan kecil, udang, dan plankton. Sepanjang pemahaman yang dimilikinya, kebiasaan sehari (daily activity) paus tidak ada muntah. Jika muntah, diperkirakan ada fenomena lain dari paus.

"Bisa jadi ia muntah karena salah makan. Misalnya termakan sampah plastik, tetapi itu jarang terjadi," katanya.

Terkait muntahan paus berharga ratusan juta, dirinya menyebutkan belum mengetahui.

"Saya tidak tahu muntahan paus itu apa dan memiliki nilai jual tinggi. Yang harus dipastikan apakah benar yang ditemukan nelayan itu muntahan paus? Mungkin itu limbah dari fenomena alam lain, dibutuhkan penelitian lebih lanjut," pungkasnya.(Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: ikhsan dwi nur satrio
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved