36 Gardu Induk Rusak akibat Bencana, PLN Lampung Rugi Rp 2,5 Miliar

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung Pandapotan Manurung mengatakan, ada 36 gardu induk yang sempat mengalami gangguan.

36 Gardu Induk Rusak akibat Bencana, PLN Lampung Rugi Rp 2,5 Miliar
Tribun Lampung/Sulis
Kondisi bencana longsor di Sedayu, Tanggamus, Senin (13/1/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KRUI - Aliran listrik PLN sempat mengalami gangguan akibat bencana alam yang terjadi di di beberapa titik di Lampung, termasuk Tanggamus dan Pesisir Barat, Kamis (9/1/2020) lalu.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung Pandapotan Manurung mengatakan, setidaknya ada 36 gardu induk yang sempat mengalami gangguan.

Gardu induk tersebut tersebar di Metro, Kotabumi, Sedayu, Way Kerap hingga Ngaras arah ke Bengkulu.

Tak hanya itu, lanjutnya, jaringan PLN di daerah Sedayu, Semaka, dan Way Kerap juga mengalami kerusakan akibat ada tiang listrik yang roboh dan kabel yang terputus.

"Dampak kejadian banjir jaringan PLN sempat terkena gangguan di daerah Sedayu dan Semaka. Lalu di Way Kerap tiang listrik kita roboh dan jaringan sempat rusak," beber Pandapotan ditemui Tribunlampung.co.id di Pesisir Barat seusai meninjau lokasi longsor di Sedayu, Tanggamus, Senin (13/1/2020).

PLN Beberkan Pemicu Listrik Padam di Bandar Lampung

PLN Targetkan Seluruh Dipasena Akan Terang Tahun Ini

Sebut Saksi Bohong, Mantan Kajari Kotabumi Yusna Adia Bantah Terima Aliran Dana Rp 1 Miliar

BREAKING NEWS Longsor di Kaliawi Rusak Rumah Warga, Tembok Hancur Dihantam Bongkahan Batu Besar

General Manager PT PLN UID Lampung Pandapotan Manurung (kanan) dan Manajer Komunikasi PLN UID Lampung Junarwin seusai meninjau lokasi longsor di Sedayu, Tanggamus, Senin (13/1/2020).
General Manager PT PLN UID Lampung Pandapotan Manurung (kanan) dan Manajer Komunikasi PLN UID Lampung Junarwin seusai meninjau lokasi longsor di Sedayu, Tanggamus, Senin (13/1/2020). (Tribun Lampung/Sulis)

Namun, kata dia, jaringan yang mengalami kerusakan ini telah selesai diperbaiki sejak Jumat (10/1/2020) sore, sehingga listrik kembali normal.

Arah Bengkulu selesai sejak pukul 17.00 WIB dan arah Kota Agung Tanggamus sejak pukul 19.30 selesai diperbaiki.

"Kalau di daerah Kotabumi jam 18.00 WIB sudah tuntas diperbaiki. Daerah Metro terakhir jam 19.30 WIB sudah selesai dan listrik sudah menyala," kata dia.

Terkait nilai kerugian, dia menaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

"Kerugian kita, termasuk karena nggak bisa jualan dan biaya perbaikan ya kisaran Rp 2,5 miliar," ungkap Pandapotan.

Halaman
12
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved