AKBP Andi Sinjaya Ghalib, Polisi Pintar dengan Gelar Doktor yang Tersandung Kasus Pemerasan

Neta mengaku penyidik meminta uang Rp 1 miliar ke Budianto sebagai syarat untuk pelimpahan berkas perkara kasus yang dilaporkan.

AKBP Andi Sinjaya Ghalib, Polisi Pintar dengan Gelar Doktor yang Tersandung Kasus Pemerasan
Warta Kota/Rizki Amana
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Andi Sinjaya Ghalib 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Perwira polisi bergelar doktor Andi Sinjaya Ghalib dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan. Andi Sinjaya Ghalib diisukan terlibat pemerasan miliaran rupiah.

Andi Sinjaya Ghalib ternyata bukan polisi sembarangan.

Tidak hanya meraih jenjang kepangkatan di kepolisian sebagai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Andi Sinjaya Ghalib juga meraih gelar akademis tertinggi, yaitu menjadi doktor.

Andi Sinjaya Ghalib mengambil gelar doktornya di Universitas Brawijaya. 

Saat itu Andi Sinjaya Ghalib membuat disertasi dengan judul "“Kebijakan Formulasi Tentang Kewenangan Penyidik Kepolisian Negera Republik Indonesia untuk Menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan dalam Perspektif Pembahuruan Hukum Pidana”.

Andi Sinjaya Ghalib adalah doktor ke-190 di Universitas Brawijaya. 

Baru saja naik pangkat, Andi Sinjaya Ghalib sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan.

Andi Sinjaya Ghalib naik pangkat dari Komisaris Polisi (Kompol) menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) di akhir tahun 2019.

Kenaikan pangkat ini ternyata tak berbuah manis. Andi Sinjaya Ghalib diterpa isu kasus pemerasan. 

Kasus ini mencuat setelah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane buka suara. 

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved