Tribun Pesawaran

182 Peristiwa Bencana Terjadi di Pesawaran, Mayoritas Banjir dan Longsor

Tercatat sebanyak 182 peristiwa bencana terjadi di Kabupaten Pesawaran selama kurun tiga tahun terakhir, 2017-2019.

182 Peristiwa Bencana Terjadi di Pesawaran, Mayoritas Banjir dan Longsor
Tribunlampung.co.id/Didik
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengecek kesiapan personel penanggulangan bencana dalam Apel Siaga, Rabu, 15 Januari 2020 di lapangan Pemkab Pesawaran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Sebanyak 182 peristiwa bencana terjadi di Kabupaten Pesawaran selama kurun tiga tahun terakhir, 2017-2019.

Kendati begitu, pertiwa bencana di Bumi Andan Jejama Secancanan menunjukkan tren menurun.

Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pesawaran mencacat kejadian bencana selama tiga tahun terakhir, yaitu tahun 2017 sebanyak 68 kejadian, tahun 2018 sebanyak 64 kejadian dan tahun 2019 sebanyak 50 kejadian.

"Ini (data) menunjukkan bahwa frekuensi bencana di Kabupaten Pesawaran selama tiga tahun terakhir Alhamdulillah mengalami penurunan," kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat memimpin Apel Siaga Bencana, Rabu, 15 Januari 2020.

Dendi mengatakan, apel siaga ini merupakan moment penting yang harus dilaksanakan dalam rangka upaya pencegahan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.

Waspada Banjir, Lampura Berpotensi Hujan Ringan hingga Lebat Selama Tiga Hari Kedepan

Diguyur Hujan 1 Jam, Luapan Kali Pasir Gintung Rendam 20 Rumah Warga

BREAKING NEWS Polda Lampung Limpahkan Perkara Dugaan Korupsi RSUD Pesawaran, Jerat 3 Tersangka

Cegah Wabah DBD, Diskes Fogging 3 Lokasi Rawan Penyebaran Nyamuk di Kupang Teba

Mengingat Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.

Dimana secara geografis wilayah Kabupaten Pesawaran terdiri dari daerah pesisir, pulau dan pantai.

Serta wilayah pegunungan, hutan dan daerah yang memiliki aliran sungai yang cukup banyak.

Seluruhnya dapat menjadi potensi ancaman terjadinya bencana di Kabupaten Pesawaran.

Oleh karena itu, melihat potensi ancaman, kerentanan, dan kapasitas masyarakat terhadap bencana, maka apel siaga diperlukan untuk melihat kesiapan dalam rangka mengantisipasi bencana.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved