AKBP Andi Sinjaya Ghalib Terseret Kasus Pemerasan Rp 1 Miliar, Kini Pelapor Minta Maaf ke Kapolda

Ia meminta maaf terkait pernyataannya yang mengaitkan kasus itu dengan nama Andi Sinjaya. Saya minta maaf ke Kapolda.

AKBP Andi Sinjaya Ghalib Terseret Kasus Pemerasan Rp 1 Miliar, Kini Pelapor Minta Maaf ke Kapolda
Warta Kota/Rizki Amana
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Andi Sinjaya Ghalib 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Budiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar, memastikan tidak ada oknum polisi yang terlibat kasus itu.

Ia mengatakan, dirinya dibohongi oknum pengacara atau mafia kasus yang menjanjikan kasus tanahnya akan ditangani dengan cepat oleh pihak Polres Jakarta Selatan.

Mafia kasus itu yang mencatutkan nama mantan Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, AKB Andi Sinjaya Ghalib, dalam kasus yang tengah dihadapinya itu.

"Ternyata bukan oknum polisi karena selama saya ke Polres (Jakarta Selatan) saya tidak pernah jumpa (mantan Kasatreskrim KBP Andi Sinjaya). Jadi, enggak tahu-menahu.

Cuma si A (mafia kasus) ini (bilang) Kasat (padahal orang lain)," kata Budiyanto di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020).

 Sosok AKBP Andi Sinjaya Ghalib, Anak Jenderal yang Diduga Terlibat Pemerasan Rp 1 Miliar

 Kivlan Zen Mengaku Jadi Target Pembunuhan Wiranto, Luhut Pandjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere

Ia meminta maaf terkait pernyataannya yang mengaitkan kasus itu dengan nama Andi Sinjaya.

"Saya minta maaf ke Kapolda, Kapolres dan jajarannya, Bang Neta (Neta S Pane dari Indonesia Police Watch/IPW) karena belum melengkapi bukti percakapan whatsapp secara utuh yang belum saya sampaikan ke Pak Neta.

Saya minta maaf kepada Pak Kasat, Andi Sanjaya, tanpa memberikan bukti yang sesuai dengan percakapan dengan si A ini," ujar Budiyanto.

Budi juga siap jika dituntut atas pencemaran nama baik karena telah membawa-bawa nama Andi Sinjaya.

"Saya sudah diperiksa tadi di atas tadi (terkait kasus pemerasan Rp 1 miliar)," kata dia.

Budiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar saat berada di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020). Semula ia mengatakan, kasus itu melibatkan oknum polisi tetapi belakangan ia mencabut kembali penyataannya itu.
Budiyanto, pelapor kasus pemerasan senilai Rp 1 miliar saat berada di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020). Semula ia mengatakan, kasus itu melibatkan oknum polisi tetapi belakangan ia mencabut kembali penyataannya itu. ((KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA))
Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved