Tanya Dokter

Apa Itu Gangguan Makan, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gangguan Makan

Gangguan makan adalah kondisi di mana manusia akan menunjukan sikap berbeda akan makanan, hingga dirinya secara tidak langsung mengubah aktivitas.

Apa Itu Gangguan Makan, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gangguan Makan
Tribunlampung.co.id/TAMA YUDHA WIGUNA
Ilustrasi. Apa Itu Gangguan Makan, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gangguan Makan 

Atlet, aktor, dan model juga berisiko tinggi mengalami gangguan makan karena dituntut untuk menurunkan berat badan oleh pekerjaan.

3. Gangguan psikologi.

Seseorang dengan gangguan psikologi, seperti depresi, stres, dan perasaan cemas atau sikap kompulsif-obsesif cenderung mengidap gangguan makan.

4. Diet yang tidak wajar.

Seseorang yang melakukan diet secara berlebihan cenderung dapat mengalami gangguan makan.

Bagaimana pengobatan dan efek samping gangguan makan?

Gangguan makan dapat diobati dengan cara melakukan psikoterapi atau disebut terapi bicara.

Hal tersebut guna menggantikan kebiasaan yang sebelumnya tidak sehat, kini menjadi lebih sehat.

Adapun sejumlah terapi gangguan makan, antara lain yakni:

1. Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy).

Terapi ini terutama dilakukan untuk pengidap bulimia dan gangguan makan berlebihan.

2. Terapi perilaku kognitif.

Ini akan mengubah pandangan seseorang saat menghadapi sebuah situasi, termasuk mencari penyelesaian masalah dan cara sehat mengatasi tekanan.

Sehingga pada akhirnya dapat mengubah sikap seseorang menjadi lebih baik.

Adapun jenis terapi bicara lain yang bisa dilakukan adalah:

1. Terapi interpersonal, yang memfokuskan pada masalah yang berkaitan dengan hubungan terhadap orang lain.

2. Terapi keluarga, yang melibatkan seluruh keluarga untuk membahas gangguan yang dialami pengidap, hubungan di antara mereka, dan pengaruh gangguan ini terhadap keluarga.

Selain kedua terapi tersebut, juga dilakukan terapi pola makan untuk membantu seseorang memperoleh kembali dan mempertahankan pola makan yang sehat.

Terapi ini dilakukan oleh ahli gizi dan dokter, terutama untuk pasien dengan berat badan yang kurang akibat gangguan makan

Selain itu, terdapat satu hal yang menjadi faktor penunjang pulihnya dari ganguan makan yakni, dukungan keluarga dan teman sangat penting, demi keberhasilan pengobatan pada pengidap gangguan makan.

Adapun ffek Samping atau komplikasi yang dapat terjadi jika semakin parah dan lama gangguan makan yang dialami, antara lain:

1. Terhambatnya pertumbuhan tubuh.

2. Gangguan psikologi, seperti depresi, kecemasan, dan bahkan niat untuk melakukan bunuh diri.

3. Masalah kesehatan yang serius.

4. Penurunan prestasi di sekolah atau penurunan kualitas kerja.

5. Rusaknya hubungan sosial.

6. Kematian.

Bagaimana pencegahan gangguan makan?

Terdapat sejumlah cara yang dapat dilakuakan guna mencegah terjadinnya gangguan makan, seperti:

1. Selalu berpikir positif, termasuk soal image diri sendiri.

2. Mau mengonsumsi makanan sehat dan olahraga cukup.

3. Cari lingkungan menyenangkan untuk melepas stres.

4. Kalau merasa tidak bisa lagi mengendalikan diri atau ada perasaan salah dan malu, sebaiknya pergi ke psikolog atau psikiater.

Demikian penjelasan Apa Itu Gangguan Makan, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Gangguan Makan.(tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)

Penulis: Tama Yudha Wiguna
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved