Tas Wasit Indonesia Masters 2020 Asal Uganda Dimaling Penonton, Ini yang Dilakukan Wasit Indonesia

Jaohari lantas melanjutkan bahwa pihaknya sesama wasit dan panitia akan membantu korban dengan melakukan donasi.

Editor: Romi Rinando
PBSI/badmintonindonesia.org
Indonesia Masters 2020 | Indonesia Masters 2020 Tercoreng, Tas Berisi Dollar AS Milik Wasit Asal Uganda Dicuri Penonton 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Perhelatan Indonesia Masters  2020 tercoreng dengan insiden memalukan. 

Pasalnya terjadi pencurian yang dilakukan seorang penonton asal Indonesia terhadap tas wasit asal Uganda.

Wasit bulu tangkis asal Uganda dikabarkan kehilangan tas pribadinya pada Kamis (16/1/2020) malam kemarin.

Kejadian memalukan ini dikonfirmasi oleh wasit asal Indonsia, Jaohari Latif, yang juga bertugas pada turnamen Indonesia Masters 2020.

Menurut Jaohari, tas yang dicuri berisi hal-hal penting, seperti paspor, ponsel, kartu kredit, laptop, dompet, sejumlah uang dollar AS, serta sepatu.

Hasil Lengkap Indonesia Masters 2019, Kevin/Marcus Sabet Gelar Usai Kalahkan Ahsan/Hendra

Perang Saudara di Final Indonesia Masters 2019, Marcus/Kevin Kalahkan Ahsan/Hendra

Takut Diteriaki Maling, Pria Ini Sembunyi hingga Terjebak 15 Jam di Gorong-gorong

Dilansir dari Kompas.com, pencurian tersebut terjadi di Istora Senayan, jakarta.

"Kemarin, salah satu oknum penonton pada saat menonton melakukan tindakan yang memalukan nama bangsa," tulis Jaohari dalam akun Instagram pribadinya, @jaoharilatif.

"Dia (sang pelaku) mencuri tas seorang wasit dari Uganda. Di tas itu ada segala macam, termasuk paspor, ID card, uang, laptop, dan HP. Ini sangat memalukan," tulisnya lagi.

Jaohari lantas melanjutkan bahwa pihaknya sesama wasit dan panitia akan membantu korban dengan melakukan donasi.

Saat ini, donasi sudah berjalan dan terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut membantu wasit asal Uganda itu.

Sejauh ini, belum ada informasi detail mengenai identitas wasit yang menjadi korban pencurian tersebut.

"Kami mensupport atas nama negara, untuk menyelamatkan nama negara di mata dunia. Kami akan melakukan donasi dan sekarang masih berjalan," ujar Jaohari.

"Bagi para badminton lovers (sebutan para penggemar bulu tangkis di Indonesia) yang mau ikut donasi, silakan bisa menghubngi saya dan panitia di Istora," tuturnya.

Lebih lanjut, Jaohari juga mengimbau jika ada pengunjung Istora yang menemukan tas korban bisa menghubungi pihak yang berwenang.

"Bagi kalian yang ada di Istora dan sekiranya menemukan tasnya di tong sampah atau di manapun, segera hubungi panitia," kata Jaohari.

"Setidaknya paspornya, agar wasit itu bisa pulang ke Uganda," tandasnya

Jaohari pun sangat terpukul dengan kejadian ini dan menyebutnya sebagai peristiwa yang memalukan nama baik bangsa dan negara.

Ia kemudian menyatakan bahwa kronologi yang lebih jelas bisa dikonfirmasi langsung kepada humas turnamen. (Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved