Mengaku Jenderal Polisi dari Mabes Polri, Pria Ini Ditangkap Kasus Penipuan Masuk Akpol

Mengaku Jenderal Polisi dari Mabes Polri, Pria Ini Ditangkap Kasus Penipuan Masuk Akpol

KOMPAS.COM/PERDANA PUTRA
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan (tengah) memberikan keterangan pers terkait penangkapan jenderal polisi gadungan di Padang, Kamis (23/1/2020) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Diduga melakukan penipuan dengan iming-iming bisa meluluskan seseorang masuk ke Akademi Polisi ( Akpol), pria yang mengaku polisi pangkat jenderal dengan inisial WF (38) ditangkap polisi.

WH ditangkap setelah seorang korban ES (51) melaporkan tersangka ke polisi karena diduga telah melakukan penipuan.

ES telah menyetor uang Rp 310 juta kepada tersangka secara bertahap, tetapi ternyata anaknya tidak lulus Akpol.

"Tersangka ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan Lubuk Intan Blok N 6, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 04.30 WIB," kata Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Himawan kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020) di Mapolresta Padang.a

Yulmar yang didampingi Kapolsek Koto Tangah Kompol Rico Fernanda menyebutkan, kejadian itu berawal saat pertemuan antara tersangka dengan korban di toko milik korban di Lubuk Buaya Padang pada September 2019.

Modus Belikan Ponsel Baru, 6 Tahun Pelajar SMP di Pringsewu Jadi Budak Nafsu Ayah Tiri

Istri Sering Diintip hingga Dipeluk-peluk dari Belakang, Suami Bunuh Paman hingga Disebut Jatuh

Saat itu tersangka mengaku sebagai polisi berpangkat brigadir jenderal (brigjen) polisi yang bertugas di Markas Besar Polri di Jakarta.

Tersangka mengaku ke korban bisa meluluskan anak korban ke Akpol dengan membayar sejumlah uang.

"Korban akhirnya membayar uang dengan total Rp 310 juta secara bertahap. Namun, hingga Desember, anak korban tidak lulus Akpol sehingga korban melapor ke polisi," kata Yulmar.

Polisi yang bergerak cepat akhirnya menangkap tersangka di rumah kontrakannya di Lubuk Buaya, Koto Tangah.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa dua unit mobil merek Pajero Sport BA 1 AW dan Grand Vitara BA 2 A, satu unit sepeda Honda CBR tanpa pelat nomor, satu unit ponsel, dan uang tunai Rp 3 juta. 

Halaman
123
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved